• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Timur

Guru Protes Mutasi Guru di Pemkot Makassar

Senin, 13 Agustus 2012 20:38 WITA
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Ikatan Guru Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan menyayangkan tindakan Pemerintah Kota Makassar yang memutasi tiga guru sebagai dampak protes yang guru lakukan di Gedung DPRD Makassar, pekan lalu. Berikut ini isi tuntutan itu.

Ikatan Guru Indonesia Wilayah Sulsel mengecam tindakan sewenang-wenang Ppemerintah Kota Makassar yang melakukan mutasi terhadap tiga orang guru yg memimpin aksi menuntut pencairan dana sertikasi guru di DPRD kota Makassar minggu lalu.

Setelah berkoordinasi dengan ketua IGI Kota Makassar, kami menyatakan:

1. Menyecam keras mutasi yang dilakukan Pemkot Makassar  atas dasar keberanian menyampaikan pendapat atau tuntutan hak, apalagi tiga guru yang dimutasi ini masing-masing adalah ketua FGII (Forum Guru Independen Indonesia) Sulsel, Ketua FGII Makassar, dan Sekertaris FGII Makassar.

2. Mutasi ini mengirim sinya kepada guru-guru lainnya dan organisasi guru untuk tidak melakukan tuntutan apapun kepada Pemkot Makassar

3.Kebijakan ini bagi IGI, telah menjadi upaya peberangusan hak menyatakan pendapat baik secara Individu maupun berserikat sebagaimana diatur dalam UUD 1945

4. Mutasi memang menjadi hak prerogatif baperjakat yg dipimpin walikota, namun mutasi itu tidak seharusnya didasarkan atas upaya memasung hak berpendapat tapi dilakukan atas dasar kebutuhan dan kinerja secara profesional.

5. Kami juga sesungguhnya menyayangkan sikap beberapa teman guru yang bersikap keras atas keterlambatan pencairan tunjangan sertifikasi krn tunjangan ini memang berbeda dengan gaji,dicairkan pemerintah pusat 3-6 bulan sekali,bukan setiap bulan

6. Teman-teman guru seyogyanya bercermin pada kinerja dan kompetensi, bukankah baru saja dibuktikan bahwa kompetensi guru rendah, ini dibuktikan dgn perolehan nilai tertinggi yang hanya 67 poin,dibawah point ideal 70 poin, jika kompetensi guru baik, maka tuntutan ke pemkot akan terasa lebih ringan

7 Point paling krusial adalah jangan pernah menuntut hak dengan meninggalkan kewajiban apalagi mengajak para siswa untuk berdemonstrasi untuk hak guru, sebaiknya semua proses tuntutan itu dilakukan di luar jam pengajaran

Makassar,13 Agustus 2012
Muhammad Ramli Rahim,S.Si
Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Wilayah Sul Sel
Penulis: CitizenReporter
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
98067 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas