Inilah Pemantik Awal Tragedi Rohingya
Inilah Pemantik Awal Tragedi Rohingya
Penulis: Edi Sumardi | Editor: Imam Wahyudi
* 28 mei 2012: Gadis Buddha Ma Thida Htwe (28) dari Desa
Kyauknimaw dilaporkan tewas ditikam di hutan di dekat jalan menuju
Kyaukhtayan, sepulang bekerja sebagai tukang jahit.
* 28 mei 2012: Saudara korban U Win Maung melaporkan kasus ini ke kepolisian setempat sebagai kasus pembunuhan dan pemerkosaan.
*
29 mei 2012: Polisi datang di Kyauknimaw guna pencarian barang bukti
dan langsung ditetapkan tersangka dari suku Bengali Muslim. Ketiganya,
yakni Rawshi bin U Kyaw Thaung , Rawphi bin Sweyuktamauk, Khochi bin
Akwechay.
* 29 mei 2012: Hasil penyelidikan, tersangka Rawshi dibantu Rawphi dan
Khochi merampok, memerkosa, dan membunuh untuk mendapatkan perhiasan
korban guna pesta nikah.
* 30 mei 2012: Amarah tersulut, sebanyak 100
warga Kyauknimaw mendatangi Markas Kepolisian Kyauknimaw untuk
menghakimi tersangka. Sebelum datang, polisi membawa tersangka ke
Tahanan Kyaukpyu. Di markas kepolisian, massa sempat beringas dan
diperingatkan dengan tembakan dari polisi. Pejabat daerah memberi
penjelasan kepada massa hingga bubar.
* 31 mei 2012: Massa kembali ke Kyauknimaw dengan membawa uang santuan 1
juta Kyat dari Menteri Perhubungan U Kyaw Khin. Ada pula uang duka 600
ribu Kyat dan 100 ribu Kyat dari negara. Korban lalu dimakamkan dan
utusan pemerintah berdikusi dengan warga guna meredam amarah.
* 1 juni 2012: Utusan pemerintah dari Kementerian Negera Myanmar kembali
berdikusi bersama pemuda Kyaukpyu guna mencegah terjadinya konflik.
*
2 juni 2012: Beredar foto dan informasi jika korban diperkosa berulang
kali lalu dibunuh serta dimutilasi oleh ketiga pemuda dari suku Bengali
Muslim. Informasi ini diberitakan Harian New Light serta beredar luas
melalui blog.
* 3 juni 2012: Amarah warga kembali tersulut setelah muncul berita.
Massa terdiri ribuan warga hendak menghancurkan Markas Kepolisian
Kyauknimaw.
* 4 juni 2012: Sebanyak 10 Muslim peziarah dari Burma
dibantai massa saat menumpangi bus dalam perjalanan dari Sandoway ke
Rangoon di Taunggup. Ini diduga terkait kasus pembunuhan Ma Thida dan
merupakan aksi balas dendam.
* 5 juni 2012: Harian New Light memberitakan, pembantaian terjadi saat
bus berhenti di persimpangan Thandwe-Taunggup. Sekitar 300 warga merazia
penumpang bus dan mencari warga Muslim. Saat razia, terjadi bentrokan
dan warga Muslim penumpang bus dibantai. Bus juga dihancurkan.
Dari situlah pembantaian bermula dan berlanjut hingga saat ini.
Melibatkan etnis Rohingya Muslim dan etnis lokal beragama Buddha.
Etnis Rohingnya merupakan satu-satunya etnis Muslim di negara ini.
Etnis pemeluk Buddha, yakni Bamar, Karen, Kayah, Arakan, dan Mon. Etnis itulah mayoritas di negara ini.