• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribun Timur

Banjir Ambon Juga Renggut Nyawa Imam Masjid dan Kepala Dusun

Sabtu, 4 Agustus 2012 00:46 WITA
AMBON, TRIBUN-TIMUR.COM--Jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Kota Ambon dan sejumlah daerah lainnya di Maluku terus bertambah. Hingga kini, korban tewas berjumlah 14 orang.

Dua  tewas karena terseret banjir di Dusun Eli Jaya, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku. Sedangkan 12 lainnya tewas di Pulau Ambon.
 
Informasi itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Rosmiati Arsyad kepada wartawan seusai rapat koordinasi penanganan korban musibah banjir dan tanah longsor di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (3/8/2012).  
 
Menurut Rosmiati, dua korban tewas tersebut yakni kepala dusun setempat, La Sarama, dan Imam Masjid Eli Jaya, La Edi. Jasad La Edi sudah ditemukan. Sedangkan La Sarama hingga kini masih dalam pencarian. Dua korban tersebut terseret air saat musibah banjir pada Rabu, 1 Agustus lalu.  
Ia menyatakan, selain menewaskan dua orang warga, banjir dan longsor menyebabkan ribuan warga juga mengungsi karena rumah mereka terendam banjir. Bencana ini juga memutuskan ruas jalan putus akibat longsor.

Rosmiati mengatakan bahwa pemerintah akan mengambil langkah-langkah tanggap darurat untuk memberikan bantuan bagi korban baik di Kota Ambon maupun di kabupaten lainnya di Maluku.
 
Khusus di Kota Ambon, menurut Rosmiati, pihaknya membuka dapur umum di kawasan Desa Passo, Lapangan Galunggung, Desa Batumerah, untuk menangani pengungsi di kawasan tersebut. Dapur umum tersebut akan berlangsung hingga sepekan. 

"Stok kebutuhan untuk pengungsi saat ini cukup untuk persediaan selama masa tanggap darurat. Dapur umum akan dibuka hingga sepekan bagi pengungsi," kata Rosmiati.
 
Ia juga mengakui, Pemerintah Provinsi Maluku lambat dalam menyalurkan bantuan karena pihaknya panik dan bencana cukup masif sehingga jalur transportasi dan komunikasi terhambat, dan memengaruhi koordinasi di lapangan.   
 
"Kami mengakui bantuan terlambat diberikan karena memang banjir begitu besar, belum lagi longsor sehingga kami panik, dan berpengaruh terhadap penyaluran bantuan. Tapi, sejak kemarin kita sudah bisa salurkan bantuan,” katanya.

Sementara itu, rapat penanganan korban bencana dipimpin langsung Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, dihadiri unsur Muspida Maluku, Basarnas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku.
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
97303 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas