Pabrik Rotan Bikin Galau Legislator Maros
Jumat (28/7) pagi tadi, di ruang kerjanya, menerima perwakilan 100 buruh pabrik rotan, PT Wana Lestari di Jl Patte'ne, Maros.
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Ridwan Putra
"Saya baru menerima perwakilan buruh kodong di ruanganku curhat. Mereka di- PHK dan pengusahanya lari. Alasan bangkrut. Padahal perusahaannya hanya alih usaha. Merek tidak mau diberi pesangon," ujar Akbar yang juga Wakil Ketua Komisi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) DPRD Maros, di Group Aktivis 90-an Makassar.
Di group instant chat BlackBerry Messangger, ini Akbar menanggapi
kelakar para rekannya, yang menyebut sang legislator lagi galau.
Akbar yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPRD Maros ini pun menjelasakan panjang lebar pemicu kegalauannya.
Dia memfasilitasi buruh dengan pemilik usaha, Herry Mailoa. "Saya suruh si pengusaha menjual assetnya, baru bayar pesangon. Eh, pengusaha mengaku ndak punya asset. Setelah kami selidiki, ternyata si Pengusaha sudah buka usaha baru lagi di Batangase, Mandai, Maros," ujarnya.
Akbar menyebut, PT Wana Lestari di Maros sebagai "perusahaan nakal". Usaha Rotan dengan sekitar 100 karyawan ini memaksa mundur para buruhnya agar tidak terkesan di-PHK.
Adapun yang sudah di-PHK hanya diberi pesangon Rp 1,5 juta.
"Saya hanya kasihan pada buruh2 itu diminta mundur dari perusahaan.
Pengusaha ini licik, karena dia mau hindari bayar THR buruhnya. Kalau
pengunduran, maka dia tidak berhak dapat THR," ujar Akbar.(*)