A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Polisi Periksa Istri Gubernur Sumut Nonaktif - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Timur

Polisi Periksa Istri Gubernur Sumut Nonaktif

Kamis, 26 Juli 2012 22:20 WITA
MEDAN, TRIBUN-TIMUR.COM- Memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Fatimh Habibi, istri Gubernur Sumut nonaktif  Syamsul Arifin, menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumut, Kamis (26/7/2012).

"Saksi datang, pemeriksaan sudah selesai," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho saat dihubungi wartawan. Sadono menambahkan, pemeriksaan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dan selesai sekitar pukul 12.00 WIB.

Fatimah diperiksa terkait tanda tangannya pada kuitansi pengeluaran Kas Biro Umum Setdaprov Sumut. Sedikitnya terdapat 12 pertanyaan yang di ajukan penyidik dan Fatimah mengakui tanda tangan pada kuitansi tersebut adalah miliknya. Uang yang diterima juga sesuai pagu anggaran sebesar Rp 150 juta dan terbagi dalam lima kuitansi.

"Kalau diakui berarti apakah sesuai dengan penggunaannya atau tidak. Sebelumnya kita mencurigai tanda tangan itu palsu," kata Sadono, seraya menambahkan bahwa tidak ada pemeriksaan lanjutan terhadap Faimah karena pemeriksaan itu sudah selesai.

Seperti diberitakan, Fatimah dan istri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut, Sutyas Handayani Gatot Pujonugroho dipanggil penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut untuk diperiksa dalam kasus dugaan korupsi di Biro Umum Setdaprov Sumut. Dalam perkembangannya, pemeriksaan Sutyas dijadwalkan ulang sesuai permintaannya.

Dalam kasus ini, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut menghitung sebesar Rp 13.044.826.065 anggaran pada 2010 yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, sedangkan polisi menemukan angkanya mencapai Rp 15.862.062.067.

BPKP Sumut menemukan indikasi kerugian untuk biaya SPJ voorider (pengawalan), biaya makan minum, biaya listrik, SPJ pada belanja sehari-hari di rumah dinas gubernur. Keseluruhannya menggunakan APBD 2010, namun dibayarkan pada APBD 2011. Dalam kasus ini, penyidik sudah menetapkan dua tersangka. Mereka juga memegang bukti kuitansi yang ditandatangani Sutyas dan Fatimah.  (*)
Editor: Muh. Taufik
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas