Euro Melorot 1,1 Persen terhadap Dollar AS
Nilai tukar euro melemah ke level terendah dalam lebih satu bulan terhadap dollar AS
NEW YORK,TRIBUN - TIMUR.COM-Nilai tukar euro melemah ke level terendah dalam lebih satu bulan terhadap dollar AS, menyusul pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi bahwa euro masih menghadapi risiko setelah para pembuat kebijakan memangkas suku bunga ke level yang terendah.
Euro melemah terhadap dollar AS untuk hari kedua. Mata uang bersama 17 negara Eropa ini merosot 1,1 persen menjadi 1,2392 dollar AS pada Kamis (5/7/2012) pukul 5 PM waktu New York dan menyentuh 1,2364 dollar AS yang merupakan nilai tukar rerendah sejak 1 Juni 2012. Euro pun melemah 1 persen menjadi 99,03 yen.
Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuannya menjadi 0,75 persen dan mengurangi suku bunga deposito menjadi nol untuk pertama kali. Namun, setelah itu, Draghi mengeluarkan pernyataan bahwa risiko masih ada dalam ekonomi zona euro. Pernyataan ini lantas memberikan sentimen negatif kepada nilai tukar euro.
"Sumber kelemahan dapat dimasukkan ke komentar Draghi," sebut Richard Franulovich, Senior Currency Strategist Westpac Banking Corp yang berbasis di New York, dalam wawancara telepon dengan Bloomberg.
Menurut Franulovich, Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi tidak benar-benar menawarkan banyak dalam proposal yang baru. "Bukan saja ia tidak terlalu berkomitmen, ia juga cukup negatif tentang hal-hal ini yang terjadi lagi," tambah dia.
Di sisi lain, Indeks Dollar melonjak terbanyak dalam kurun waktu 8 bulan. Indeks naik tajam menyusul laporan yang baik dari pasar tenaga kerja AS. (*)