A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Siapa Hajjah Najmiah ? - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Timur

Siapa Hajjah Najmiah ?

Rabu, 4 Juli 2012 15:09 WITA
"YANG mulia Najmiah..." demikian Kapolda Sulsel Irjen Pol Mudji Waluyo, saat menyebut nama Hajjah Najmiah Muin, di tengah sambutan tanpa teksnya pada persemian Mapolsekta Tamalate, Makassar, Selasa (3/7/2012) pagi.

Jenderal bintang dua ini menyapa sang pengusaha properti ini dengan "Yang Mulia" saat meminta Najmiah menyampaikan terbuka ke masyarakat ke-ikhlas-annya dalam memberi bantuan infrastruktur bangunan berlantai II ke institusi Polri.Dengan pengeras suara, Najmiah merespon permintaan kapolda. "Ya, Pak Kapolda, saya ikhlas memberikan bantuan ini," kata wanita yang selalu mengenakan long dress, dan poci-poci' haji atau penutup kepala khas hajjah Bugis-Makassar ini.

Menurut Najmiah, semua pemberiannya tanpa pamrih. Tidak terkait atau mengharapkan bantuan atau kemudahan jika tersangkut kasus hukum. "Semua yang saya berikan ikhlas," katanya kemudian, menanggapi pemberian dua unit mobil Daihatsu Gran Max, di Mapolda Sulsel bersama 9 pengusaha dan instansi pemerintah, Rabu (6/6/2012) lalu.Siapa sebenarnya Najmiah? Tak banyak orang yang mengetahui tokoh yang juga terpilih menjadi Ketua DPC Barisan Indonesia (Barindo) Kota Makassar, tahun  2009 lalalu.

Barindo adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat berorientasi pemberdayaan warga kecil. Barindo didirikan mantan Ketua Umum DPP Golkar dan pentolan HMI, Akbar Tandjung.Seperti suaminya, Najmiah adalah wanita pengusaha konvensional yang sudah usianya mendekati 60 tahun. Seperti suaminya, dia berasal dari Mandar.Suaminya, Prof Dr Ir Abdul Muin Liwa MS,  bukan orang kebanyakan. Prof Muin adalah salah satu guru besar di Fakultas Peternakan Unhas.

Gelar magister dan doktor sang suami diraih di Institut Pertanian Bogor (IPB).Sejak tahun 2011 lalu, suaminya yang Desember 2012 ini akan berusia 70 tahun, dikukuhkan menjadi rektor pertama Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR) di Majene. Kediaman resmi keluarga di Kompleks Dosen Unhas Blok K-10, di Jl Sunu.   Najmiah dekat dan dikenal oleh banyak petinggi di Makassar. Anaknya, Dr Muhyina Muin adalah anggota DPRD Kota Makassar, dari Partai Pakar Pangan. Najmiah disebut-sebut berada di balik keberhasilan putrinya duduk sebagai legislator di kota ini.Dalam dua bulan terakhir, dengan menggunakan tagline Perempuan Juga Bisa, Muhyina juga mengincar kursi "01 Makassar".

Seperti di banyak atribut melekat (stiker) di kaca belakang mobil angkutan umum (pete-pete) dalam kota,   Muhyina menyebut diri sebagai Ketua Perhimpunan Perempuan Makassar. Sekretariat Tim Pemenangannya mencolok di sebelah timur Al Markaz Al Islami, Jl Sunu, Makassar.Sapaan lain yang menjadi panggilan akrab Hajjah Najmiah adalah "Bunda'. Wartawan yang sering meliput di DPRD Makassar, atau di kantor balai kota atau, sering mendengar aparat polisi yang mengenalnya, menyapanya dengan "Bunda".

Di kantor BPN Makassar di Jl AP Pettarani, ada juga yang menyebut awalan namanya dengan "puang aji". Badannya tambun subur, meski jika berjalan terlihat tergesa-gesa.Wartawan di Makassar, mengenal nama Hajjah Najmiah, banyak melalui sidang perdata dan pidana pertanahan di pengadilan negeri, Pengadilan Tinggi, atau Pengadilan Tata Usaha Negara (PT-TUN). Dalam beberapa sengkata lahan di kawasan Tanjung Bunga, atau di kawasan pantai barat Makassar, nama Najamiah banyak disebut-sebut.Ketika Tribun, coba mengetik nama Hajjah Najmiah di mesin pencari Google, di berita namanya selalu merujuk kasus sengketa tanah di Makassar. Dan sebagia besar namanya, jikia ditulis Hj Najmiah Muin, banyak merujuk ke laman direktori daftar putusan di Mahkamah Agung.

Saat tribun, mencoba mengetik namanya di searching box situs MA, setidaknya dalam tempo 0,26 detik, ada 61 tautan dokumen dalam  bentuk file PDF yang merujuk namanya. Dan rata-rata, soal kasus kasus perdata pertanahan.    

Dalam laman PDT Tempo, Desember 2009, nama najamiah sempat masuk istana presiden SBY, setelah Tim dari Mahkamah Agung memeriksa Haji Najamiah dalam perkara makelar kasus sengketa lahan seluas 1,6 hektar di Jl Urip Sumoharjo Makassar, tepat di depan eks terminal Panaikang"Orang terkenal di Makassar ini dilaporkan oleh ahli waris Sumang Bin Bidu, pemilik lahan di  depan bekas Terminal Panaikang itu. Dia diperiksa bersama Ruddin Daeng Ngalli, ahli waris Sumang Bin Bidu. Ruddin lah yang menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 4 Desember 2009.Dalam surat itu ia menyebutkan bahwa Najamiah mendanai perkara lahan. Hasilnya,  tergugat Susanto Teosdor, warga Jl Veteran dan Rais Bin Sumang, warga Jalan Urip Sumohardjo, memenangkan kasasi di Mahkamah Agung atas sengketa lahan tersebut.Ruddin Daeng Ngalli yang sempat keluar ruangan mengatakan bahwa dirinya melaporkan Najamiah atas pengakuan Haji Mustafa, warga Jalan Urip Sumohardjo yang mengatakan bahwa Najamiah mendanai perkara sengketa lahan itu.Mustafa dan Ruddin mendatangi dirinya dengan membawa amar putusan Mahkamah Agung yang menyebutkan bahwa permohonan kasasi ditolak.

"Tapi, dia bilang bahwa Rais selaku tergugat memenangkan perkara ini karena bantuan Najamiah," kata dia.Lantas apa jawaban Najamiah? ke[ada wartawan dengan santai dia menyebutkan, seluruh lahan yang dikuasainya memiliki dasar sah sesuai hukum yang berlaku.

'"Semua tanah itu punya bukti kepemilikan sah. Ada rinci, akte jual beli, izin pengoperan hak, sertifikat, dan bukti-bukti lainnya,'' ujarnya, seraya mengeluh, karena ada-ada saja yang mempermasalahkan bukti hak itu.''Jika ada yang mau sengketakan atau ada yang mengklaim, kami pasti menang. Walaupun mereka mengklaim hingga Mahkamah Agung (MA), tegasnya, Selasa (27/9/2011). (cr1/zil)
Editor: Ridwan Putra
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
94378 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas