A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

2 Persidangan di PN Makassar Ricuh - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribun Timur

2 Persidangan di PN Makassar Ricuh

Rabu, 4 Juli 2012 15:55 WITA
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dua Sidang kasus pidana yang digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (4/7/2012) berujung ricuh. Dua kasus pidana yang disidangkan itu yakni, kasus drop out (DO) Mahasiswa Univeritas Negeri Makassar (UNM) dan kasus pencabulan anak di bawah umur.

Saat gelar persidang kasus DO Mahasiswa UNM, pengunjung yang merupakan kerabat terdakwa merasa tidak puas dengan putusan Majelis Hakim, Maringan Marpaung. Saat pembacaan putusan, hakim menyarankan agar perkara ini dilanjutkan di PTUN dengan alasan menyangkut kasus perdata persuratan.

Atas ketidakpuasan itu, para pengunjuk rasa yang berasal dari mahasiswa UNM mengamuk di pekarangan pengadilan. Akibatnya, lampu di halaman PN Makassar yang terletak di Jl Kartini dirusak. Selain itu, massa juga memaci maki dan meludahi seorang anggota polisi, Aiptu Arfah yang melakukan pengamanan.

Beruntung, aksi brutal mahasiswa UNM berhasil diredam dan mereka kembali kembali ke kampusnya masing-masing dengan mengendarai belasan kendaraan roda dua.

Sementara sidang perkara tindak pidana kasus pencabulan anak di bawah umur yang bersamaan sidangnya dengan kasus DO Mahasiswa UNM di ruangan lain juga berujung ricuh. Kerabat korban juga tidak bisa memaklumi keterangan saksi. Mereka lantas memaki-maki hakim dan saksi dengan berteriak di ruang persidangan. Aksi ini pun bisa diredam oleh aparat kepolisian yang melakukan pengamanan. Sidang akan dilanjutkan pekan depan.(*)

Editor :
Glori K. Wadrianto
Penulis : Kontributor Makassar, Hendra Cipt0
Editor: Ridwan Putra
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
94385 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas