A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Proyek Pengadaan Kapal Nelayan Sulbar Dinilai Sarat Korupsi - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Timur

Proyek Pengadaan Kapal Nelayan Sulbar Dinilai Sarat Korupsi

Sabtu, 30 Juni 2012 16:15 WITA
MAKASSAR, TRIBUN–TIMUR.COM - Proyek pengadaan kapal fiber untuk nelayan di Dinas Perikanan dan Kelautan Sulbar diduga bermasalah. Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulsel untuk menghitung kerugian negara di proyek yang ditangani PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar tersebut.

"Kami sudah meminta BPKP untuk menghitung jumlah ril kerugian negara yang disebabkan dalam pengadaan kapal yang diperuntukkan kepada nelayan," kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Sulsel Nur Alim Rachim, Sabtu (30/6).

Meski pihak Kejaksaan telah menerima data uji petik menyangkut dugaan adanya volume pekerjaan pengadaan proyek yang tidak sesuai dengan kontrak, namun mantan Protokoler Kejati Sulsel itu enggan menyebutkan secara rinci apa yang menjadi temuan pihak PT IKI.

Meski demikian, juru bicara PT IKI Makassar Akbar Nur yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya, sore tadi, kepada Tribun membenarkan adanya penyerahan data hasil uji penelitian yang dilakukan menyangkut pekerjaan kapal berkapasitas 30 GT yang tidak sesuai dengan sprsifikasi pekerjaan.

"Yang pasti hasil temuan uji petik yang dilakukan mengarah pada adanya unsur melawan hukum yang dapat merugikan keuangan negara," kata Akbar.

Dalam kasus ini kejaksaan telah menetapkan dua orang sebagai pihak yang paling bertanggungjawab alias sebagai tersangka.

Mereka adalah Kadis Perikanan dan Kelautan Pemprov Sulbar Haruna Hamal dan Directur CV Imam Asmara Bakti, Andi Sultan.

Haruna Hamal bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sehingga terbukti melakukan tindakan melawan hukum serta penyalahgunaan jabatan yang dimilikinya.

Sedangkan Andi Sultan, yang bertindak sebagai rekanan terbukti menyalahi kontrak pekerjaan di mana harusnya dikerjakan sesuai kontrak yang telah disepakati tersebut, Andi Sultan malah tidak melakukan pengadaan kapal fiber sesuai dengan kontrak dan telah menerima seluruh anggaran dengan 100 persen. (*/tribun-timur.com)
Editor: Muh. Irham
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas