CITIZEN REPORTER
Sekjen PB HMI Berganti
memecat Noer Fajrieansyah dan Niskalawati serta mengangkat Basri Dodo sebagai Pejabat Ketua Umum
Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ridwan Putra
Faisal Muchlis
Wakil Bendahara Umum PB HMI
Melaporkan dari Jakarta
Konflik kepengurusan di tubuh PB HMI berujung pada rekomendasi Majelis
Pengawas dan Konsultasi (MPK PB HMI) dan Keputusan Rapat Harian PB HMI dengan memecat Noer
Fajrieansyah dan Niskalawati serta mengangkat Basri Dodo sebagai Pejabat Ketua
Umum.
Pengangkatan dan pengukuhan Basri Dodo yang sebelumnya menjabat sebagai Sekjen PB HMI dilaksanakan pada sidang pleno 3 PB HMI yang Ikuti oleh Sebagian Besar Fungsionaris PB HMI, Bakornas dan 15 BADKO HMI Se-Indonesia dilaksanakan di Graha Insan Cita (GIC), Depok, Minggu (24/6/2012).
Dalam sambutanya, Koordinator MPK PB HMI Syamsuddin Radjab, mengatakan, dalam
satu dasawarsa ini, PB HMI sudah 3 kali terpa masalah kepemimpinan yaitu
periode 2000-2002, 2003-2005 dan 2010-2012. Karena itu, sambung Ollenk, begitu
ia disapa, PB HMI hrs mampu menangkap akar masalah yang terjadi berulang hingga
3 kali tersebut.
"Ada masalah besar di tubuh PB HMI menyangkut masalah
kepemimpinan serta kecenderungan pemanfaatan organisasi untuk kepentingan
dirinya sendiri. Sehingga melabrak aturan main organisasi," tandas Ollenk yang di dampingi oleh anggota MPK Lainnya.
Menurutnya, pemecatan keduanya dikarenakan pelanggaran terhadap aturan
main organisasi yang tidak dapat dimaafkan lagi.
Basri Dodo sendiri, dalam sambutanya mengatakan, untuk menjawab
tantangan masa depan, HMI membutuhkan pemimpin yang memiliki kapasitas dan
integritas yg tinggi utk mewujudkan visi misi HMI dalam kehidupan berbangsa n
bernegara.
"Tipisnya
Intelektualitas dan integritas pemimpin di HMI, karena selama ini pemimpin yang
terpilih berasal dari proses pemilihan yang transaksional," terangnya.
Sementara
itu, Akbar Tanjung dalam orasi ilmiahnya, mengingatkan agar HMI mengembalikan
peran dan fungsi organisasi sesuai dengan semangat Keindonesia n Keislaman.
"Kedepan, menjawab persoalan mendasar bangsa. HMI harus kembali
mensinergikan nilai-nilai Keislaman dalam lanskap Keindonesia," tuturnya.