Senin, 24 November 2014
Tribun Timur

Pemprov Dukung Warga Pangkep Blokir Semen Tonasa

Senin, 25 Juni 2012 20:37 WITA

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM--Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh masyarat dan Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid di kantor pusat PT Semen Tonasa, Pangkep telah mengantongi "restu" dari Pemprov Sulsel.

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang mengatakan mereka sudah
menyampaikan dan berkoordinasi serta meminta izin untuk menggelar aksi
besar-besaran tersebut.

"Sudah disampaikan, mereka sudah koordinasi dan izin untuk demo.
Aspirasi masyarakat di sana menginginkan ada jajaran direksi atau
komisaris yang benar-benar putra daerah," kata Agus, Senin (25/6/12).

Namun demikian, menurutnya, Pemprov Sulsel sendiri tidak dapat banyak
berperan dalam penentuan jajaran direksi. Penentuannya, menurutnya
melalu rapat umum pemegang saham (RUPS).

Seingatnya, saat masih menjabat sebagai Ketua DPRD Sulsel, ia mengaku
pernah mengusulkan agar PT Semen Tonasa spin off dari manajemen PT
Semen Gresik.

Menurutnya, manajemen terpisah antara PT Semen Gresik dan PT semen
Tonasa akan menguntungkan daerah dan rakyat Pangkep dan Sulsel pada
umumnya.

"Pemprov akan mendukung kalau Semen Tonasa spin off dari (Semen)
Gresik, dalam artian betul-betul kita lepas dari manajemen (semen)
Gresik," ujarnya.

"Kalau manajemennya masih seperti ini akan susah di pemasaran, masa
Semen Gresik bisa masuk sini tapi Semen Tonasa tidak bisa masuk di
daerah yang misalnya kawasannya Semen Gresik," lanjutnya.

Sementara itu, menanggapi aksi pemblokiran di kantor PT Semen Tonasa,
Pangkep, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Irman
Yasin Limpo mengatakan sepanjang tidak mengganggu produksi semen
diyakini tidak akan memberi dampak pada perekonomian secara langsung.

"Saya harap aksi itu tidak mengganggu perekonomian, untuk itu kita
berharap untuk secepatnya di dapat jalan keluar dari masalah ini,"
kata Irman.
Editor: Imam Wahyudi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas