Jumat, 21 November 2014
Tribun Timur

12 Tahun Sakka Asal Pinrang Jadi Budak Orang Malaysia

Senin, 25 Juni 2012 21:23 WITA

TRIBUN-TIMUR.COM--Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Irgan Chairul Mahfiz, mengecam praktik perbudakan yang dialami Sakka (30), TKI deportan asal Pinrang, Sulawesi Selatan selama dua belas tahun (2000-2012), di perusahaan perkebunan kelapa sawit negara bagian Sabah, Malaysia.

Menurut Irgan, kejadian itu tidak boleh dibiarkan, karena dimungkinkan kasusnya melibatkan TKI lain yang juga bekerja di sejumlah lokasi perkebunan negara Malaysia.

Irgan menjelskan, Sakka merupakan TKI yang dideportasi oleh pemerintah Malaysia melalui pelabuhan Nunukan pada Juni lalu. Sejak diberangkatkan secara resmi oleh perusahaan pengerah TKI yang ada di Pinrang pada 2000, Sakka kerap menghadapi perlakukan kasar berupa pemukulan dari para tukang pukul perusahaan, di samping penahanan dokumen paspor oleh pihak majikan hingga membuatnya bertahun-tahun bekerja tanpa dokumen sah.

Akibat penyiksaan itu, kata Irgan, Sakka mengalami kerusakan gigi. selain traumatis. Apalagi pemukulan terkadang dilakukan meski dia dalam keadaan sakit.

”Sakka juga praktis tidak pernah menerima gaji bulanan saat tahun pertama kali bekerja dari perusahaan tempatnya bekerja yakni di Kim Long Batu 22, Keningau, Sabah,” ucar Irgan dalam rilisnya yang diterima tribunnews.com.

Ia melanjutkan, derita Sakka masih ditambah karena harus melarikan diri ke hutan-hutan perkebunan di sekitar Sabah. Ketika ditangkap polisi Malaysia pun, Sakka tetap menghadapi penyiksaan dengan cambuk rotan dalam dua bulan tahanan.

Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribunnews.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas