A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Belut Raksasa, Hidup Subur di Desa Larike Ambon - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Timur

Belut Raksasa, Hidup Subur di Desa Larike Ambon

Minggu, 24 Juni 2012 21:45 WITA
Belut Raksasa, Hidup Subur di Desa Larike Ambon
Sidat yang menyerupai belut raksasa itu
TRIBUN-TIMUR.COM, AMBON - Puluhan sidat (Anguilla sp) yang panjangnya rata-rata lebih dari satu meter dengan diameter di atas 10 sentimeter, segera datang begitu Abdullah Sia (43) menuangkan air bercampur darah ikan laut.

Sidat yang menyerupai belut raksasa itu, hidup terjaga di sungai di Desa Larike, Kecamatan Leihitu, Ambon, seperti terpantau pada hari Minggu (24/6/2012) ini. Aturan adat melarang warga mengambil ikan yang biasa berkembangbiak di lautan dalam ini.

Setelah menetas, benih sidat biasanya akan masuk ke sungai-sungai yang cocok habitatnya dan tumbuh besar di perairan tawar hingga usia puluhan tahun.

"Waktu saya kecil, ikan ini memang sudah ada. Kami bisa menyebutnya morea. Tetapi, setelah tahun 2000 jumlahnya makin banyak dan ukurannya besar-besar," kata Abdullah.

Pagi itu, puluhan ikan sidat raksasa dengan lahap menyerbu ikan laut yang diberikan Abdullah. Gerombolan sidat itu datang dari cerukan kecil di tebing sungai, lalu menuju Abdullah berdiri. Tubuh sidat yang besar, menggelepar di air dangkal, saling berebut ikan. Walaupun bentuknya mengerikan, sidat itu begitu jinak.

"Banyak turis yang ke sini untuk mengambil gambarnya. Ikan ini terjaga di Larike," katanya.

Selain di Larike, ikan sidat juga bisa ditemukan di kolam air di Desa Waai, Kecamatan Tuhelu, Ambon. Di desa ini, sidat ini juga menjadi daya tarik wisata dan biasa diberi makan telur ayam atau sisa-sisa makan an dapur.

Bagi masyarakat Jepang dan Korea, sidat merupakan salah satu makan an favorit dan berharga mahal. Sidat dipercaya kaya kandungan gizi. Ikan ini saat ini terus menyusut populasinya dan belum bisa dikembangbiakkan.(*)
Editor: Ridwan Putra
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
93343 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas