Putin Cuekin Tekanan Barat untuk Sanksi Suriah

Rusia memilih menolak dengan alasan resolusi dukungan AS itu "tidak berimbang".

Putin, yang merupakan sekutu Suriah, meminta waktu lebih lama untuk rencana perdamaian utusan PBB Kofi Annan.

Amerika Serikat dan Inggris sudah meminta Moskwa memperberat tingkat kecaman terhadap rezim Suriah sejak pembantaian di Houla pekan lalu. Sebelumnya, Moskwa menentang resolusi Dewan HAM PBB terhadap Suriah.

Dalam sebuah sesi darurat, Jumat (1/6/2012), Dewan tersebut mengecam Suriah dalam pembantaian Houla dan meminta digelarnya penyelidikan.

Namun Rusia memilih menolak dengan alasan resolusi dukungan AS itu "tidak berimbang".

Sementara itu, sebuah situs web milik pemerintah AS mempublikasikan citra-citra satelit yang diduga menunjukkan sebuah lokasi kuburan massal di Houla.

Pernyataan terbaru Putin itu dilontarkan setelah pertemuan dengan Presiden Perancis Francis Hollande. Hal itu menunjukkan perbedaan pandangan antara Moskwa dengan Paris soal konflik di Suriah.

Berbicara dalam sebuah konferensi pers, Hollande meminta pemberian tekanan dan sanksi terhadap Suriah. Menurut Hollande, satu-satunya solusi untuk masalah itu adalah pengunduran diri Bashar al-Assad.

Hollande menyatakan, rezim Assad memerintah dengan "cara yang tidak bisa diterima dan ditoleransi" dan melakukan tindakan yang membuatnya pantas didiskualifikasi dari kekuasaan.

"Tidak ada jalan keluar dari situasi ini, kecuali Bashar Assad mundur," tegas Hollande.

Namun Putin mempertanyakan tuntutan mundur terhadap Assad itu. "Mengapa kita mengira bahwa jika kita mendorong pemimpin yang sekarang ini untuk turun, maka keesokan harinya kondisi secara umum akan membaik di sana," kata Putin.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Ridwan Putra
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help