Rabu, 4 Maret 2015

Matikan Rokok Anda Sekarang!

Kamis, 31 Mei 2012 10:04 WITA

Yang membedakan kita dengan Amerika Serikat adalah, negara Paman Sam itu sudah berhasil menekan jumlah perokok. Di tahun 2010 hanya tinggal 19,3 persen yang masih merokok. Keberhasilan Amerika untuk dapat menekan jumlah perokok pada masyarakatnya adalah karena kampanye media secara massal yang terus menerus dan konsisten akan dampak buruk merokok, harga rokok yang terus meningkat dan memperluas daerah bebas rokok.  

Di Indonesia hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2010 menunjukkan bahwa 1 dari 3 orang Indonesia merokok. Usia perokok Indonesia paling tinggi ada  pada kelompok usia produktif, yakni 25-64 tahun. Sebagian besar orang yang merokok di Indonesia adalah  penduduk pedesaan, tingkat pendidikan rendah, umumnya mereka  pekerja informal dengan status ekonomi rendah.

Kondisi ini sungguh menarik dan menjadi renungan kita bersama. Orang-orang yang berpendidikan tinggi cenderung menghindari rokok. Hanya 19,6 % perokok setiap hari yang bertitel sarjana. Orang-orang dengan penghasilan tetap dan status ekonomi baik juga berkurang yang merokok.

Salah satu hal yang membuat mereka mengurangi mengkonsumsi merokok karena mereka bekerja di ruang-ruang tertutup dan ber AC yang membuat mereka tidak dapat merokok setiap saat di ruangan tertutup.  

Di sisi lain yang perlu kita simak profil para perokok Indonesia dari RISKESDAS tersebut adalah lebih dari 60% usia pertama kali orang merokok di Indonesia kurang dari 20 tahun. Kelompok umur 15-19 tahun merupakan kelompok yang terbesar merokok. Tetapi ada hal yang sangat menyedihkan bahwa ada sekitar 2,2 % orang yang mulai merokok pada masa anak-anak yaitu pada umur 5-9 tahun.  Bahkan kita juga semua tahu bahwa beberapa anak Balita kita sudah menjadi pencandu rokok.

Kita juga tahu bahwa perokok aktif ini menjadi masalah pada lingkungan sekitarnya. Mereka akan membuat orang di sekitarnya menjadi perokok pasif. Apalagi lebih dari 75 % perokok merokok di rumahnya.

Dampak buruk rokok

Halaman123
Editor: Muh. Taufik
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas