• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribun Timur

PM Italia Minta Serie A Dihentikan, Presiden Palermo Berang

Rabu, 30 Mei 2012 09:22 WITA
ROMA, TRIBUN-TIMUR.COM--Terkuaknya skandal Calcioscommesse kini mulai mendapat perhatian serius dari pemerintahan Italia. Perdana Menteri Italia, Mario Monti bahkan menyarankan Serie-A harus diberhentikan selama dua hingga tiga tahun, sebagai reaksi terhadap skandal pengaturan pertandingan tersebut.

Beberapa pemain ditangkap pada Senin (28/5/2012) sebagai bagian dari penggerebekan polisi di seluruh negeri. Ketika ditanya pendapatnya tentang skandal yang telah memukul sepak bola Italia dalam persiapan menyambut Piala Eropa 2012, Monti menawarkan solusi drastis.

"Ini sangat menyedihkan, ketika dunia yang seharusnya menjadi ekspresi dari nilai-nilai tertinggi, olahraga, pemuda, kompetisi, keadilan, ternyata penuh kebusukkan, kepalsuan dan hasutan," sesal pria berusia 69 tahun itu.

"Saya tidak membuat proposal, apalagi salah satu yang datang dari pemerintah. Tetapi terkadang terbesit keinginan, meskipun saya sangat antusias dengan sepak bola bertahun-tahun yang lalu, saya merasa jika akan membantu, untuk dua atau tiga tahun mungkin menjadi ide bagus memberhentikan seluruh pertandingan dan kompetisi," tutur dia.

Sayangnya, ide Monti mendapat perlawanan dari Presiden Palermo, Maurizio Zamparini. Menurutnya, ide menghentikan kompetisi selama dua-tiga tahun hanya omong kosong, dan sama sekali bukan solusi terbaik.

"Monti berbicara omong kosong. Dia seharusnya berpikir sebelum bicara. Monti tidak menyadari bahwa jika kompetisi dihentikan, juga akan menutup negara, karena mereka akan memiliki pajak 900 jute euro lebih sedikit setiap tahun. Ini adalah mengapa saya mengatakan bahwa dia harus berpikir sebelum mengatakan hal-hal tertentu," tutur Zamparini.

Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribunnews.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
90921 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas