Yayasan Stikes Bulukumba Minta Tidak Dikerasi Mahasiswa
Tribun Timur - Minggu, 27 Mei 2012 15:31 WITA
Berita Terkait
- Dilarang, Siswa SMA Bulukumba Tetap Lakukan Konvoi
- 8000 Nelayan Bulukumba Kesulitan Peroleh BBM
- Atap Islamic Centre Bulukumba Senilai Rp 700 Juta
- 40 Rekomendasi Legislatif Bulukumba ke Eksekutif Baru…
- Tamsil Linrung Janji Dukung Pembangunan PPI Bontobahari
- DPRD Akan Minta Polisi Jemput Paksa Timsel KPU
- Soal Parkir di RSUD, Dispenda Bulukumba Tak Tanggungjawab
- Delapan Kelompok Ternak di Bulukumba Dapat Rp 460…
- Timsel Tak Hadiri Lagi Panggilan Dewan Bulukumba
- Calon Anggota KPU Bulukumba Tak Lolos Mengadu ke Dewan
BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM- Pihak Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Panrita Husada Bulukumba meminta pihak dosen dan pengelolah harian untuk tidak mengerasi mahasiswa.
Menurut Ahmad Dansi, salah seorang pengurus Yayasan Stikes meminta kepada dosen di tempat itu agar tidak melakukan bersikap arogansi kepada mahasiswa yang telah melakukan pelanggaran.
" Saya minta dosen dan pengelola kampus agar tidak mengerasi mahasiswa yang bermasalah tetapi alangkah bijaknya jika menanangani khusus dan didibina dengan baik," harap Ahmad Dansi, saat menyampaikan hal itu ke Kadispora Bulukumba A Akbar Amier, Jumat (25/5/2012) lalu.
Sebaliknya pula Mahasiswa di tempat tersebut agar menaati aturan kampus dan termasuk akademik.
Dia menjelaskan bahwa kampus tersebut sedang berproses pengurusan akreditasinya. Sebab memang baru tiga tahun berdiri dan telah memiliki 650 orang mahasiswa hingga saat ini.
Saat ini ada dua orang mahasiswa yang diskorsing lantaran dinilai menentang kebijakan kampus. Yakni Suherman dan Munir.
Keduanya telah memerotes pihak kampus di tempat itu karena mereka nilai bahwa pihak pengelolah Stikes tidak berusaha mengadakan bangunan ruangan kelas kuliah. Padahal sumbangan mahasiswa telah meliaran rupiah yang terkumpul.
Mahasiwa kemudian menduganya telah menyalahgunakan dana sumbangan mahasiswa itu yang saat ini telah dilaporkan ke polisi. (*)
Menurut Ahmad Dansi, salah seorang pengurus Yayasan Stikes meminta kepada dosen di tempat itu agar tidak melakukan bersikap arogansi kepada mahasiswa yang telah melakukan pelanggaran.
" Saya minta dosen dan pengelola kampus agar tidak mengerasi mahasiswa yang bermasalah tetapi alangkah bijaknya jika menanangani khusus dan didibina dengan baik," harap Ahmad Dansi, saat menyampaikan hal itu ke Kadispora Bulukumba A Akbar Amier, Jumat (25/5/2012) lalu.
Sebaliknya pula Mahasiswa di tempat tersebut agar menaati aturan kampus dan termasuk akademik.
Dia menjelaskan bahwa kampus tersebut sedang berproses pengurusan akreditasinya. Sebab memang baru tiga tahun berdiri dan telah memiliki 650 orang mahasiswa hingga saat ini.
Saat ini ada dua orang mahasiswa yang diskorsing lantaran dinilai menentang kebijakan kampus. Yakni Suherman dan Munir.
Keduanya telah memerotes pihak kampus di tempat itu karena mereka nilai bahwa pihak pengelolah Stikes tidak berusaha mengadakan bangunan ruangan kelas kuliah. Padahal sumbangan mahasiswa telah meliaran rupiah yang terkumpul.
Mahasiwa kemudian menduganya telah menyalahgunakan dana sumbangan mahasiswa itu yang saat ini telah dilaporkan ke polisi. (*)
Penulis : Samsul Bahri
Editor : Muh. Taufik
Sumber : Tribun Timur
