
- Pianis Dunia Ananda Sukarlan
- Pianis Dunia Ananda Sukarlan Hadir di Makassar
- Inilah Penjelasan Ilham soal KPK Periksa Dirinya
- Usai Diperiksa KPK, Ilham Temui Ketua Demokrat
- Harga Minyak Dunia Turun
- Ije Jajaki Koalisi PKS-PPP
- Wali Kota Pantau UN 4 SMA SMK
- Ilham Terima Rp 21 M dari Australia
- Blog Wali Kota Ilham Paling Disukai di Dunia
- Ini Hasil Lengkap Pra Piala Dunia Zona Eropa
Dengan tinggi 634 meter, Tokyo Sky Tree berdiri menjulang di pusat Kota Tokyo, Jepang, di mana pada Selasa (22/5/2012) dibuka perdana untuk publik, seperti diberitakan CNN.
Namun, bagi mereka yang mencari tiket masuk di lokasi, nampaknya tidak akan mendapatinya. Sebab, tiket open house Tokyo Sky Tree sudah habis terjual pada pertengahan Juli.
Konstruksi Tokyo Sky Tree mulai dikerjakan pada Juli 2008, namun sempat tertunda di Maret 2011, saat gempa dan tsunami melanda Jepang.
Gempa membuat pengiriman pasokan bahan bangunan ke lokasi konstruksi terganggu. Bangunan rampung dibangun pada 29 Februari 2012, walau terlambat dua bulan dari waktu yang direncanakan.
Biaya pembangunan Tokyo Sky Tree menelan biaya sekitar 806 juta doal Amerika Serikat (AS), dan dibangun dengan fasilitas radio digital, transmisi televisi, akuarium, teater, lembaga akademik, pemanas, dan pendingin ruangan.
Juga terdapat dua observatorium terbuka untuk umum, yang memiliki tinggi 350 meter dan 450 meter, serta sebuah restoran dan toko di platform observasi bawah.
Manara pencakar langit ini didesain mampu menahan guncangan gempa, dan telah melewati simulasi gempa berkekuatan 8,0 skala Richter. (*)
