
- Ada Festival Daging Anjing, Tertarik?
- Presiden China Winnie The Pooh, Obama Tigger
- Penasihat Militer Korut Bantu Rezim Assad
- Pameran Sekolah China di Aryaduta Ramai
- Polisi Bekuk Pengedar Uang Palsu 1,2 Triliun
- 12 Universitas Dan Perguruan Tinggi China Pamer Program…
- Mobil China Geser Bus Buatan Eropa di Arab Saudi
- Aris Miliki Uang, Emas, dan Koin Palsu
- Inilah Keanehan Kecelakaan Lion Air
- Jatuhnya Lion Air Belum Bisa Disimpulkan
Komite Pertahanan Senat AS, pada hari ini, Selasa (22/5/2012), memaparkan hasil temuan mereka yang sangat mengejutkan bahwa, mereka menemukan sebanyak 1.800 kasus komponen palsu di pesawat militer AS.
Saat ditelusuri, lebih dari 70% dari sekitar satu juta komponen palsu tersebut setelah ditelusuri ternyata berasal dari Cina. Sisanya komponen palsu itu didatangkan dari Inggris dan Kanada.
Komponen palsu itu dalam laporan mereka ditemukan pada sistem penglihatan malam hari, radio dan perlengkapan GPS, juga di helikopter SH-60B yang digunakan Angkatan Laut, pesawat kargo C-130J dan C-27J, dan di pesawat P-8A Poseidon.
Senat menilai komponen palsu ini dianggap membahayakan keselamatan dan keamanan nasional serta menyebabkan anggaran Pentagon meningkat.
Dalam temuannya, Komite Militer Senat AS menyalahkan kelemahan dalam rantai persediaan AS dan menilai Cina gagal mengatasi pasar produk palsu.
"Komponen elektronik palsu dijual bebas di pasar umum di Cina. Daripada mengakui masalah dan bergerak agresif untuk menutup pemalsuan, pemerintah Cina justru mencoba untuk menghindari pemeriksaan,'' demikian isi laporan mereka, seperti dikutip dari BBC, Selasa.
Komite juga menilai Program Pertukaran Data Industri Pemerintah (GIDEP) milik Dephan AS yang dirancang untuk mendeteksi komponen palsu, tak berfungsi dengan baik, terbukti banyaknya barang palsu yang masih bisa menyusup.
Diantara tahun 2009 dan 2010, GIDEP hanya menerima 217 laporan terkait dugaan komponen palsu, mayoritas laporan diajukan oleh enam perusahaan. Hanya 13 laporan datang dari badan pemerintah.
Laporan Komite Militer Senat juga menyebutkan dalam sejumlah kasus,
Departemen Pertahanan AS meminta penggantian biaya dari kontraktor
karena kegagalan untuk mendeteksi komponen palsu dalam rantai
penyediaan. (*)
