Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Siaran Langsung Pernikahan Anang Dinilai Tak Mendidik

Siaran Langsung Pernikahan Anang Dinilai Tak Mendidik

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Siaran Langsung Pernikahan Anang Dinilai Tak Mendidik
Tribunnews.com
Anang Hermansyah dan Ashanty sedang bahagia. Keduanya melangsungkan resepsi pernikahan di Ballroom Hotel Shangri La, Jakarta Pusat. Resepsi tersebut sudah dipersiapkan oleh wedding organizer besutan Rina Gunawan. Anang pun mencium kening Ashanty, Minggu(20/5/2012)
JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM-- Komisi Penyiaran Indonesia(KPI) didesak untuk segera bersikap atas adanya tayangan siaran langsung pernikahan dua selebritis Anang-Ashanty di sebuah stasiun televisi swasta. Semestinya, tontonan itu tidak pantas disiarkan karena merupakan ranah pribadi.

Berdasarkan siaran pers yang dilansir situs resmi Remotivi yang juga sebuah lembaga swadaya masyarakat memantau tayangan televisi menyaksikan tayangan Jodohku di RCTI pada 20 Mei 2012 pukul 18.45 sampai 21.48 WIB,  di mana program tersebut menayangkan secara langsung pernikahan pasangan selebritas Anang dan Ashanti, Remotivi menyatakan keprihatinan mendalam atas gagalnya penggunaan frekuensi milik publik untuk kepentingan masyarakat luas.

Remotivi menilai tayangan semacam itu tidak sejalan dengan semangat pemanfaatan frekuensi radio sebagai ranah publik yang merupakan sumber daya alam terbatas yang seharusnya ditujukan untuk kemaslahatan masyarakat seluas-luasnya.

"Televisi sebagai ruang publik, tidak semestinya menampilkan kegiatan yang sifatnya privat, seperti pernikahan dua orang selebritas, yang tidak memiliki kaitan atau pun manfaat bagi kepentingan publik di hari esok," tulis Remotivi, Senin(21/5/2012).

Frekuensi yang dipinjamkan publik kepada stasiun televisi, menurut Remotivi hendaknya digunakan untuk menyiarkan muatan yang berguna bagi publik untuk dapat menimbang dan membuat keputusan-keputusan kesehariannya sebagai warga negara ketimbang menyiarkan jalannya pernikahan selebritas, televisi lebih baik menyiarkan banyak hal yang lebih berguna dan dibutuhkan publik seperti peliputan mendalam atas kasus korupsi, gizi buruk, krisis mutu pendidikan, informasi kesehatan, kasus Lapindo, hingga tayangan-tayangan edukatif dan inspirasional yang bisa mendorong masyarakat menjadi lebih baik.

Mengingat peran televisi sebagai media massa yang vital dalam mengawal dan membentuk situasi sosial-politik-budaya suatu masyarakat, maka Remotivi berharap agar stasiun-stasiun televisi lebih memiliki keberpihakan pada kepentingan publik. Sesuatu yang lebih bernilai dan dibutuhkan publik mesti mendapat prioritas ketimbang menyajikan sensasionalitas dan bombastisitas.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved