Penumpang Lion asal Makassar Terlantar di Soetta
komsumsi juga ikut mengalami "delay" di tangan penumpang
Penulis: Ridwan Putra | Editor: Ridwan Putra
Pesawat tujuan Kota Makassar (ujungpandang) itu harusnya berangkat sesuai jadwal di boarding pass penumpang pada pukul 19.50 WIB, "Namun, harus tertunda tertunda 90 menit kedepan. Alasannya, ada perubahan jadwal penerbangan karena masih menunggu kedatangan pesawat tersebut dari Kota Padang," ungkap seorang penumpang, Muhammad Ikrar De Rosari saat menghubungi Tribun, di Makassar, pukul 22.00 WITA.
Ditambahkan, dirinya bersama sejumlah penumpang pesawat Lion Air di penerbangan tersebut mengaku sangat tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Apalagi, sebelumnya pada pukul 18.30 WIB, pihak penerbangan malah menerbangkan sebanyak 20 penumpang yang tidak memiliki bagasi yang awalnya termasuk penumpang penerbangan JT 0772 Lion Air pukul 19.50 WIB.
"Kondisinya ini cukup tidak nyaman karena banyaknya penumpang yang mungkin baru saja menikmati liburan dan ingin cepat tiba dan beristirahat di Makassar karena besok (Senin) harus kembali bekerja atau beraktifitas," tambahnya.
Serlain itu, membludaknya penumpang yang harus mengalami delay atau penundaan penerbangan juga membuat tidak nyaman penumpang yang memiliki anak bayi di ruang tunggu. "Kasian penumpang yang punya anak bayi yang menangis karena tidak nyaman selama menunggu di bandara," ujarnya.
Sementara bagi penumpang delay yang ingin menukar tiketnya untuk mendapatkan penerbangan yang lebih cepat maka tiketnya dihargai pihak penerbangan hanya 20 persen dan harus mengeluarkan biaya tambahan lebih untuk mendapatkan tiket baru.
"Harapan kami, kondisi seperti ini bisa lebih diperhatikan pihak penerbangan lainnya, khususnya LIo. Ini demi rasa nyaman dan kepastian keberangkatan penumpang," jelas Muh Ikrar De Rosari.
Kabarnya, para penumpang LIon Air yang delay tersebut, terdapat sejumlah alumni SMA 1 Makassar yang baru saja mengikuti acara temu nasional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Mereka sebagian berasal dari kalangan pengusaha, pegawai swasta, dan pegawai negeri di Sulsel.
Rasa lega sedikit dirasakan para penumpang setelah pihak Lion memberikan komsumsi kepada para penumpang, meski pembagian komsumsi juga ikut mengalami "delay" di tangan penumpang.(*)