Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Legislator PKS Sebut MenPAN Keliru

Sejumlah legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sulsel

Tayang:
Editor: Muh. Taufik
MAKASSAR,TRIBUN-Sejumlah legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sulsel menyebut penyampaian Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) Azwar Abubakar terkait rencana penerimaan 60 ribu Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun ini keliru

Azwar yang juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyampaikan rencana penerimaan tersebut usai mengajak puluhan mahasiswa dari berbagai kampus se Kota Makassar berwira usaha alias menjadi pengusaha.

Ajakan berwirausaha Azwar saat menjadi pembicara Pencarian minat wirausaha muda, Mapan (Maju Bersama PAN) di Gedung Training Center UIN Alauddin, Makassar, Sabtu (19/5).

"Iya, kontradiksi harusnya semangat wirausaha ini yang harus disuarakan oleh pemerintah bukan iming-iming penerimaan PNS yang dimana proses rekruitmennya banyak di warnai nuansa KKN. Harusnya PNS yang Ada diperbaiki mental dan semangat pelayanannya serta kompetensinya," kata anggota Fraksi PKS DPRD Sulsel Andi Akmal Pasluddin kepada Tribun Timur, Makassar, Sabtu (19/5)

Legislator PKS DPRD Sulsel Ariady Arsal yang juga Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) DPW PKS Sulsel menyampaikan hal senada. Menurutnya penambahan PNS justru merugikan negara.

"Mohon maAf, saya sepakat untuk tidak memperbanyak jalan PNS untuk saat ini. Bila dilihat dari komposisi Belanja pemerintah yang sangat besar untuk belanja pegawai sampai pada akhirnya banyak PNS yang menganggur," kata Ariady

Menurut Ariady, belum lagi dengan kondisi PNS saat ini ditempat pada bukan kompetensinya. "Maka ajakan pak menteri untuk lebih banyak memiliki skill wirausaha sangat baik dan jangan berfikir bahwa status kerja hanyalah sebagi PNS,"katanya. (*)
Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved