Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ulasan dr Willy Kumurur

Impian Yang Bercumbu dengan Kenyataan

Roberto Di Matteo, pelatih interim Chelsea, bahagia bisa menghentarkan The Blues ke puncak perebutan takhta klub sepakbola Eropa

Tayang:
Editor: Ridwan Putra
TRIBUN-TIMUR.COM, - Seperti musafir kehausan yang menemukan oase di padang gurun pasir, demikianlah perasaan pelatih Bayern Muenchen dan Chelsea tatkala sukses mempecundangi dua raksasa Spanyol: Real Madrid dan Barcelona di semifinal Liga Champions musim 2011/2012.

Kegagalan El Real dan El Blaugrana sekaligus menepis anggapan banyak pihak, termasuk penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, bahwa sesungguhnya final Liga Champions sudah diatur oleh UEFA untuk menghadirkan El Clasico.

"Ini malam yang magis. Kami berada dalam masalah di lima belas menit pertama, namun setelah itu kami memainkan sepak bola yang luar biasa," ujar pelatih Muenchen, Jupp Heynckes, usai menyingkirkan El Real, di markas Los Galacticos, Santiago Bernabeu.

"Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Aku kehabisan kata-kata. Tak ada yang lebih membahagiakan selain lolos ke final Champions," ungkap Der Bomber der Bavarians, Mario Gomez.

FC Hollywood kemudian memintal dan merajut impian yang lebih indah, yaitu keindahan meraih trophy Champions -untuk kelima kalinya- di hadapan publik Muenchen, Jerman.

Roberto Di Matteo, pelatih interim Chelsea, bahagia bisa menghentarkan The Blues ke puncak perebutan takhta klub sepakbola Eropa. Banyak pihak yang memandang sebelah sesaat setelah mengambil alih tugas Andres Villas Boaz.

Karena itulah, keberhasilan mengatasi tim terbaik dunia seperti Barcelona adalah berjuta rasanya. Ia menyadari sepenuhnya bahwa dirinya tidak diharapkan sebagai pelatih permanen oleh pemilik Chelsea, Abramovic, taipan asal Rusia.

Keberadaannya di Stamford Bridge hanya sebagai "pelengkap penderita." Dan ia merasa yakin bahwa jika Chelsea kalah, ia akan segera ditendang keluar oleh sang taipan yang telah membelanjakan 900 poundsterling musim ini.

"In life you never know what's round the corner (dalam hidup Anda tak pernah tahu bagaimana bundar sebuah sudut)," ujarnya kepada Guardian, sebuah tabloid Inggeris. Mungkin sedikit yang tahu bahwa sesungguhnya ada "pergolakan" dalam batin di Matteo.(*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved