Ulasan dr Willy Kumurur
Impian Yang Bercumbu dengan Kenyataan
Roberto Di Matteo, pelatih interim Chelsea, bahagia bisa menghentarkan The Blues ke puncak perebutan takhta klub sepakbola Eropa
Kegagalan El Real dan El
Blaugrana sekaligus menepis anggapan banyak pihak, termasuk penyerang AC
Milan, Zlatan Ibrahimovic, bahwa sesungguhnya final Liga Champions
sudah diatur oleh UEFA untuk menghadirkan El Clasico.
"Ini malam yang magis. Kami berada dalam masalah di lima belas menit
pertama, namun setelah itu kami memainkan sepak bola yang luar biasa,"
ujar pelatih Muenchen, Jupp Heynckes, usai menyingkirkan El Real, di
markas Los Galacticos, Santiago Bernabeu.
"Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Aku kehabisan kata-kata. Tak
ada yang lebih membahagiakan selain lolos ke final Champions," ungkap
Der Bomber der Bavarians, Mario Gomez.
FC Hollywood kemudian memintal dan merajut impian yang lebih indah,
yaitu keindahan meraih trophy Champions -untuk kelima kalinya- di
hadapan publik Muenchen, Jerman.
Roberto Di Matteo, pelatih interim Chelsea, bahagia bisa menghentarkan
The Blues ke puncak perebutan takhta klub sepakbola Eropa. Banyak pihak
yang memandang sebelah sesaat setelah mengambil alih tugas Andres Villas
Boaz.
Karena itulah, keberhasilan mengatasi tim terbaik dunia seperti Barcelona adalah berjuta rasanya. Ia menyadari sepenuhnya bahwa dirinya tidak diharapkan sebagai pelatih permanen oleh pemilik Chelsea, Abramovic, taipan asal Rusia.
Keberadaannya di Stamford Bridge hanya
sebagai "pelengkap penderita." Dan ia merasa yakin bahwa jika Chelsea
kalah, ia akan segera ditendang keluar oleh sang taipan yang telah
membelanjakan 900 poundsterling musim ini.
"In life you never know what's round the corner (dalam hidup Anda tak
pernah tahu bagaimana bundar sebuah sudut)," ujarnya kepada Guardian,
sebuah tabloid Inggeris. Mungkin sedikit yang tahu bahwa sesungguhnya
ada "pergolakan" dalam batin di Matteo.(*)