MTsN Bulukumpa Sebagai Sekolah Adiwiyata
Tribun Timur - Jumat, 18 Mei 2012 13:15 WITA
Berita Terkait
- Kapolsek Bulukumpa Mengaku Difitnah Selingkuhi Istri…
- Muttamar: Bupati Bulukumba Bagi-bagi Uang di Bulukumpa
- Ratusan Warga Gelar Prosesi Masslama Bine di Ballasaraja
- 1.500 Pelajar MTsN Model Ikuti Porseni
- Siswa MTsN 410 Tanete Dapat Beasiswa di SMP Athirah…
- Guru dan Siswa MtsN Bulukumpa Berhamburan Keluar
- Warga Bantu Siswa MTsN Bulukumpa yang Sakit Paruparu
- Pramuka MTsN Watampone Wakili Bone di LT IV
- Polsek Bulukumpa Dikepung Warga
- Pelajar SMA Bulukumpa Tewas di Jalan
BULUKUMBA, TRIBUN -TIMUR.COM- Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba menjadi peserta Program Sekolah Adiwiyata untuk Provinsi Sulawesi Selatan.
Sebelumnya MTsN Bulukumpa, telah sukses menjadi duta sekolah berbasis lingkungan hidup se Kabupaten Bulukumba dan Provinsi kini tengah mempersiapkan diri untuk mewakili Sulsel pada program Sekolah Adiwiyata ke tingkat nasional.
" Kami ini telah mengikuti penilaian sekolah dari tim pusat, provinsi dan kabupaten. Insyallah jika sekolah kami lolos, maka kami akan mewakili Sulsel ke tingkat nasional di Jakarta," kata Kepsek MTsN Bulukumpa Najemiah Nganro, Jumat (18/5/2012).
Dalam Program Sekolah Adiwiyata, menjadi penilaian adalah empat komponen antara lain kebijakan sekolah tentang lingkungan hidup, kurikulum berbasis lingkungan hidup, partisipasi berbasis lingkungan hidup, sarana dan prasarana yang mendukung menjaga kelestarian lingkungan. (*)
Sebelumnya MTsN Bulukumpa, telah sukses menjadi duta sekolah berbasis lingkungan hidup se Kabupaten Bulukumba dan Provinsi kini tengah mempersiapkan diri untuk mewakili Sulsel pada program Sekolah Adiwiyata ke tingkat nasional.
" Kami ini telah mengikuti penilaian sekolah dari tim pusat, provinsi dan kabupaten. Insyallah jika sekolah kami lolos, maka kami akan mewakili Sulsel ke tingkat nasional di Jakarta," kata Kepsek MTsN Bulukumpa Najemiah Nganro, Jumat (18/5/2012).
Dalam Program Sekolah Adiwiyata, menjadi penilaian adalah empat komponen antara lain kebijakan sekolah tentang lingkungan hidup, kurikulum berbasis lingkungan hidup, partisipasi berbasis lingkungan hidup, sarana dan prasarana yang mendukung menjaga kelestarian lingkungan. (*)
Penulis : Samsul Bahri
Editor : Muh. Taufik
Sumber : Tribun Timur
