BKD Bone Tidak Becus Urusi Data Honorer
ruang pengaduan itu belum bisa memenuhi permintaan tenaga honorer karena masih ditemukan 549 tenaga honorer yang tidak masuk kategori II.
Penulis: Mahyuddin | Editor: Ridwan Putra
Karena dianggap tercecer sehingga tidak
disetorkan ke Menpan sesuai jangka waktu yang telah diberikan.
"Sikap BKD dalam bekerja seperti robot hingga tidak bisa
mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Apakah pemerintah bekerja seperti
itu?" jelas Anggota Komisi I DPRD Bone Andi Mappamadeng, Rabu (16/5/2012),
saat menerima aspirasi tenaga honorer di hadapan tim verifikasi BKD Bone.
Pernyataan ini disampaikannya setelah melihat tim verifikasi BKD Bone
yang sejak tahun 2010 telah menjaring 27 tenaga honorer untuk kategori I
dan2273 untuk kategori II.
Setelah disetorkan ke Menpan, sejumlah tenaga honorer yang merasa memenuhi persyaratan kemudian memprotes hasi verifikasi hingga dibukalah ruang pengaduan di Kantor BKD Bone.
Ketika
itu, BKD menjaring 401 pegawai honorer untuk tambahan dan telah
disodorkan ke Menpan.
Ternyata, ruang pengaduan itu belum bisa memenuhi permintaan tenaga
honorer karena masih ditemukan 549 tenaga honorer yang tidak masuk
kategori II.
Sebagian dari mereka bahkan diketahui bahwa sejumlah tenaga honorer tidak masuk dalam rekapan BKD Bone karena pengangkatannya sebagai tenaga honorer yang tidak terdaftar dan adapula yang belum memenuhi persyaratan.(*)