TribunTimur/

citizen reporter

Menristek Akan Jadikan Makassar Pusat Unggulan

ketika membawakan kuliah umum di Aula rumah Sakit Unhas, Jumat (11/5/2012) petang.

Menristek Akan Jadikan Makassar Pusat Unggulan
dok tribun
dahlan abubakar
citizen reporter
Dahlan Abubakar, Kahumas Unhas Makassar
melaporkan dari Makassar

MENTERI Riset dan Teknologi (Ristek) Prof.Dr.Ir.Gusti Muhammad Hatta, M.Sc berjanji akan mendorong Makassar menjadi salah satu pusat unggulan (center of excellent) di Indonesia. 

Selama ini kita baru memiliki satu pusat keunggulan, yakni kelapa sawit di Sumatera Utara.


‘’Pada tahun 2014 di Koridor IV kita harapkan sudah satu pusat keunggulan,’’ kata Gusti Muhammad Hatta ketika membawakan kuliah umum di Aula rumah Sakit Unhas, Jumat (11/5/2012) petang.
         
Dalam orasinya berjudul ‘Pusat Unggulan’, mantan Wakil RektorI Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin tersebut mengatakan, saat ini meski dia mengelola dana penelitian masih terbilang kecil, 0,08% dari Gross Domestic Product (GDP),  namun pihaknya terus mendorong berbagai pihak dapat menampilkan keunggulan. Antara lain upaya tersebut dilakukan dengan menyertakan seluruh pejabat di bawah koordinasinya berkunjung ke daerah-daerah guna menjajaki kemungkinan kemitraan dengan berbagai pihak.
         
Syarat suatu wilayah dapat ditetapkan sebagai pusat keunggulan adalah kemanfaatan produk disertai kualitasnya. Juga dapat dijadikan sebagai pusat penyuluhan dan pendidikan.

Kedua, harus memiliki jurnal dan paten  yang dipublikasikan secara nasional dan internasional.

         
‘’Apa yang dilakukan Unhas dengan pemanfaatan Academician Businessman Government (ABG) dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di Indonesia,’’ kata Gusti Muhammad Hatta dalam kuliah umum yang dipandu Wakil Rektor I Unhas Prof.Dr.Dadang Ahmad Suriamiharja dan dihadiri Rektor Unhas Prof.Dr.dr.Idrus A Paturusi, para wakil rektor, dan sejumlah dekan fakultas serta dosen di lingkungan Unhas maupun mahasiswa.
         
Berbicara mengenai daya saing bangsa, Gusti Muhammad Hatta mengatakan, Indonesia masih menghadapi dua masalah utama, yakni infrastruktur dan kesiapan teknologi, di samping dana penelitian yang masih terbilang rendah. Jepang saja memiliki dana penelitian 3% dari GDP.
         
Saat ini Kemenristek mengembangkan sejumlah  bidang unggulan, yakni,  
 ketahanan pangan,  teknologi kesehatan dan obat,  ketahanan energi, (4) teknologi dan manajemen transportasi, (5) teknologi informasi dan komunikasi,   teknologi pertahanan dan keamanan,  material maju, serta dua faktor pendukung keberhasilan yaitu  sains dasar dan  sosial kemanusiaan.
         
Dalam kunjungannya ke Unhas, Menristek selain meninjau dan meresmikan lab bayi tabung Unhas, juga meresmikan lab Fakultas Peternakan dan Lab MIPA Unhas serta Lab Biofarmaka Unhas. Sebelum meninggalkan Lantai 6 Gedung Rumah Sakit Unhas, Menristek juga sempat memperhatikan robot kursi roda yang dirancang mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Unhas.
         
Rektor Unhas Idrus A Paturusi mengatakan, untuk menyiasati kesulitan teknologi dalam mengembangkan berbagai produk, Unhas menggaet mitra asal Malaysia melakukan penelitian dan menghasilkan produk bersama.

‘’Misalnya kerjasama dengan Teknologi Park Malaysia, ide dan patennya bersama, Sudah ada beberapa paten yang kita hasilkan, seperti herbal paliasi untuk melindungi penyakit jantung,’’ sebut Idrus A Paturusi.  (*)
Penulis: Ridwan Putra
Editor: Ridwan Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help