Jumat, 21 November 2014
Tribun Timur

Sulsel Pusat Unggulan Kakao dan Rumput Laut

Jumat, 11 Mei 2012 13:55 WITA


MAKASSAR, TRIBUN -TIMUR.COM- Provinsi Sulawesi Selatan akan ditetapkan menjadi daerah pusat unggulan produksi kakao dan rumput laut di wilayah Sulawesi, dengan membangun pusat penelitan dan pengembangan dua komoditas tersebut.

Kepala Balitbangda Provinsi Sulsel Idrus Hafied mengungkapkan hal itu usai penandatanganan MoU Peningkatan produktifitas SDM dan Ristek antara Kementerian Ristek dengan Pemprov se-Sulawesi di Hotel Singgasana, Makassar, Jumat (11/5/2012).

"Jadi kita mencoba membangun pusat riset kakao dan rumput laut. Kita berharap Sulsel menjadi mediator untuk semua masalah  rumput laut di Sulawesi. Jadi masalah rumput laut di Gorontalo, Sulut dan Sulteng kita akan selesaikan di sini," katanya.

Dia mengatakan, langkah awal yang dilakukan yakni mengumpulkan hasil-hasil penelitian, baik yang dilakukan kampus maupun Balitbang untuk didorong agar mendapat biaya operasional penelitian dari pihak Kemenristek.

Menurutnya, Kemenristek akan mengucurkan anggaran Rp 30 miliar untuk mendanai kegiatan 146 judul penelitian di koridor Sulawesi.

"Kami sudah pilih yang bisa cepat diimplementasikan di masyarakat, seperti pembuatan alat herbal dari minyak cengkeh. Kalau rumput laut, bukan lagi mengembangkan bibit tetapi akan mengembangkan dengan sistem kultur jaringan. Sehingga hanya dengan mengambil indukan satu jengkal bisa jadi puluhan ribu bibit," ujarnya.

Idrus menambahkan, untuk program ini, pemerintah provinsi Sulsel akan mengefektifkan beberapa lembaga, diantara Pusat Kajian Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas serta Balai Budi Daya Air Tawar Kabupaten Maros.

Sementara itu, Menristek Gusti Muhammad Hatta menyatakan, dirinya optimistis Sulsel mampu menjadi sentra penelitian rumput laut dan kakao di Pulau Sulawesi.

Menurutnya, Sulsel memiliki banyak sumber daya manusia dan lembaga-lembaga yang berkonsentrasi pada inovasi baik di bidang pertanian maupun kelautan.

"Coba lihat di Unhas, berapa banyak doktor dan professor yang mereka miliki? Universitas itu yang paling maju di Indonesia timur. Saya yakin Sulsel bisa menjadi daerah unggulan," ujarnya.

Dia menjelaskan, program pendanaan tidak memiliki limit waktu, sepanjang daerah terus melakukan kegiatan penelitian. Namun dengan syarat penelitian itu dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Karena menjadi pusat unggulan kakao, Sulsel harus menghasilkan bibit kakao yang bagus, bisa memproduksi dan menyediakan bibit untuk masyarakat di Sulawesi dan bisa menemukan obat untuk hama dan penyakitnya," katanya.

Dia menegaskan, ketersedian SDM dari kampus dan Balitbang menjadi syarat pokok ditunjang jaringan kerja dua lembaga tersebut. Tenaga-tenaga peneliti terpilih, katanya, akan dikirim memperdalam ilmu di luar negeri dan akan dipertemukan dengan para pebisnis untuk implementasi hasil penelitian mereka. (*)
Editor: Muh. Taufik
Sumber: Tribun Timur

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas