Senin, 25 Mei 2015

Sulsel Pusat Unggulan Kakao dan Rumput Laut

Jumat, 11 Mei 2012 13:55

Kepala Balitbangda Provinsi Sulsel Idrus Hafied mengungkapkan hal itu usai penandatanganan MoU Peningkatan produktifitas SDM dan Ristek antara Kementerian Ristek dengan Pemprov se-Sulawesi di Hotel Singgasana, Makassar, Jumat (11/5/2012).

"Jadi kita mencoba membangun pusat riset kakao dan rumput laut. Kita berharap Sulsel menjadi mediator untuk semua masalah  rumput laut di Sulawesi. Jadi masalah rumput laut di Gorontalo, Sulut dan Sulteng kita akan selesaikan di sini," katanya.

Dia mengatakan, langkah awal yang dilakukan yakni mengumpulkan hasil-hasil penelitian, baik yang dilakukan kampus maupun Balitbang untuk didorong agar mendapat biaya operasional penelitian dari pihak Kemenristek.

Menurutnya, Kemenristek akan mengucurkan anggaran Rp 30 miliar untuk mendanai kegiatan 146 judul penelitian di koridor Sulawesi.

"Kami sudah pilih yang bisa cepat diimplementasikan di masyarakat, seperti pembuatan alat herbal dari minyak cengkeh. Kalau rumput laut, bukan lagi mengembangkan bibit tetapi akan mengembangkan dengan sistem kultur jaringan. Sehingga hanya dengan mengambil indukan satu jengkal bisa jadi puluhan ribu bibit," ujarnya.

Idrus menambahkan, untuk program ini, pemerintah provinsi Sulsel akan mengefektifkan beberapa lembaga, diantara Pusat Kajian Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas serta Balai Budi Daya Air Tawar Kabupaten Maros.

Sementara itu, Menristek Gusti Muhammad Hatta menyatakan, dirinya optimistis Sulsel mampu menjadi sentra penelitian rumput laut dan kakao di Pulau Sulawesi.

Halaman12
Editor: Muh. Taufik
Sumber: Tribun Timur
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas