Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kantor Intel Damaskus Dibom, 55 Warga Tewas

Tahun 2008, gedung ini juga diserang oleh kelompok militan asal Libanon, Fatah al-Islam

Tayang:
Editor: Ridwan Putra

TRIBUN-TIMUR.COM, DAMASKUS - Sedikitnya 55 orang tewas dan 700 lebih terluka dalam dua serangan bom bunuh diri di ibukota Suriah, Damaskus, Kamis (10/5/ 2012).

Stasiun TV pemetintah Suriah menayangkan gambar dari serangan yang menghantam kawasan al-Qazzaz di pinggiran Damaskus.

Bom yang meledak tidak jauh dari gedung intelijen militer itu terjadi sekitar pukul 08.00 pagi waktu setempat, ketika orang-orang sedang berangkat kerja.

Gedung intelijen tersebut tampak hancur sementara sejumlah mobil di sekitarnya rusak dan beberapa di antaranya terbakar, sementara dua lubang besar terlihat di jalan.

Ledakan pertama tampaknya menarik perhatian orang yang mendekat ke tempat kejadian namun langsung diikuti ledakan kedua yang jauh lebih kuat.

Wartawan BBC Lyse Doucet, yang meliput ke tempat kejadian, melaporkan sejumlah orang berkumpul di tempat itu dan meneriakkan slogan yang mendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

"Ini tidak akan memecahkan masalah apapun. Ini hanya akan menciptakan penderitaan yang lebih banyak kepada peremuan dan anak-anak." Ujar Mayor Jenderal Robert Mood

Damaskus dalam beberapa bulan belakangan mengalami beberapa serangan bom, namun dua ledakan terbaru ini merupakan yang terbesar sejak maraknya unjuk rasa menentang Presiden al-Assad tahun lalu.

Serangan ini, menurut stasiun TV pemerintah, dilakukan oleh kelompok teroris namun kubu oposisi justru menuding pemerintah berada di belakang serangan.

Seorang penduduk Damaskus mengatakan kepada BBC bahwa suara ledakan yang didengarnya merupakan yang terbesar sejauh ini.

Kepala misi pengamat gencatan senjata PBB di Suriah, Mayor Jenderal Robert Mood, sudah berkunjung ke tempat kejadian dan mengatakan warga Suriah tidak selayaknya menderita serangan seperit itu.

"Ini tidak akan memecahkan masalah apapun. Ini hanya akan menciptakan penderitaan yang lebih banyak kepada perempuan dan anak-anak," katanya seperti dikutip kantor berita AP.
Sejak unjuk rasa menentang pemerintah Suriah, Maret tahun lalu, PBB memperkirakan jatuh 9.000 korban jiwa akibat kekerasan yang terjadi.

"Tindakan yang menjijikkan ini tidak bisa diterima dan kekerasan di Suriah harus dihentikan."kata Ahmad Fawzi

Serangan ini terjadi di tengah-tengah kesepakatan gencatan senjata antara pasukan pemerintah dan kelompok oposisi, yang ditengahi oleh utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk Suriah, Kofi Annan.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan juru bicaranya, Annan mengecam serangan tersebut dan menyampaikan duka atas keluarga korban.

"Dia sedih dengan korban jiwa akibat dua ledakan itu dan menyampaikan belangsungkawa kepada keluarga korban. Tindakan yang menjijikkan ini tidak bisa diterima dan kekerasan di Suriah harus dihentikan," tutur Ahmad Fawzi, juru bicara Kofi Annan kepada para wartawan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved