Dua Siswa SMA Mengamuk di Jl Pelita Raya
Tribun Timur - Minggu, 6 Mei 2012 22:54 WITA
Berita Terkait
- KPU Makassar Juga Tunggu Tanggapan Masyarakat
- Pedagang Makassar Mal Harap Segera Tahu Harga Los
- Malam Tadi, Polisi Rusak Sekretariat PMII Makassar
- Bawakaraeng Lancar, Petta Rani Ditutup
- Jl Sultan Alauddin Ditutup
- Macet Depan UKIP Daya
- Ada Demo di Bundaran Petta Rani-Hertasning
- Lalu Lintas Pasar Daya-Bandara Masih Lancar
- Jangan Lewat Jl Bawakaraeng
- Arus Lalu Lintas Petta Rani Dialihkan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aparat Kepolisian Polsekta
Rappocini menangkap dua pelajar yang diduga melakukan perusakan dan
penganiayaan, Minggu (6/5/2012) di Jl Pelita Raya.
Aksi brutal dilakukan di sebuah counter ponsel. Para pelaku juga memanah seorang warga, Muchlis. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakir Islam Faisal.
Selain itu, seorang warga lainnya, Zulfikar (29), juga menjadi korban saat melintas di jalan tersebut. Ia terluka terkena anak panah di bagian pinggang.
Polisi kemudian berhasil meringkus kedua pelaku setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. "Para pelaku pun kemudian dibekuk tak jauh dari lokasi," kata Kepala Polsekta Rappocini, Ajun Komisaris Polisi Ahmad Mariadi.
Mereka yang diringkus yaitu Muhammad Akbar Ismail (19), siswa SMA Nahdiat, dan Sudirman, siswa SMK Tri Tunggal 45.
"Semuanya sudah kami tahan untuk diperiksa,"ujar Ahmad.(*)
Aksi brutal dilakukan di sebuah counter ponsel. Para pelaku juga memanah seorang warga, Muchlis. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakir Islam Faisal.
Selain itu, seorang warga lainnya, Zulfikar (29), juga menjadi korban saat melintas di jalan tersebut. Ia terluka terkena anak panah di bagian pinggang.
Polisi kemudian berhasil meringkus kedua pelaku setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. "Para pelaku pun kemudian dibekuk tak jauh dari lokasi," kata Kepala Polsekta Rappocini, Ajun Komisaris Polisi Ahmad Mariadi.
Mereka yang diringkus yaitu Muhammad Akbar Ismail (19), siswa SMA Nahdiat, dan Sudirman, siswa SMK Tri Tunggal 45.
"Semuanya sudah kami tahan untuk diperiksa,"ujar Ahmad.(*)
Penulis : Abdul Azis
Editor : Ridwan Putra
