Sabtu, 7 Maret 2015

Bukan Rossi, Tetapi Hayden Pemimpin di Ducati

Rabu, 2 Mei 2012 13:39 WITA

Bukan Rossi, Tetapi Hayden Pemimpin di Ducati
Nicky Hayden

Performa yang bertolak belakang antara Hayden dan rekan setimnya, Valentino Rossi, membuat mantan manajer Marco Simoncelli tersebut berani melontarkan pernyataan demikian.

Memang, fakta berbicara demikian. Sejak bergabung dengan Ducati pada awal musim 2011, "The Doctor" belum pernah meraih hasil bagus. Malah, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut kerap mengungkapkan kekecewaannya karena belum mendapatkan pengesetan yang tepat sehingga muncul rumor bahwa dia akan meninggalkan tim Italia tersebut pada akhir musim 2012; meskipun Rossi sudah membantah dan berjanji menyelesaikan kontraknya dengan Ducati.

"Hayden saat ini adalah pemimpin di Ducati, seperti halnya Cal Crutchlow di tim Yamaha Tech 3. Mendengar berbagai komentar Valentino, terlihat cukup jelas bahwa dia sudah menyerah. Semua lelucon itu menunjukkan bahwa dia sudah tahu, Ducati hanya bisa ditunggangi dengan satu cara," ujar Pernat, yang juga bekas manajer Loris Capirossi.

"Dia sudah mengonfirmasi itu, bahwa mulai sekarang, dia akan memulai dari pengesetan dasar dan bekerja dari sana. Itu artinya, tidak akan ada perubahan lebih besar lagi."

Pernat pun memuji penampilan pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, yang berhasil mengalahkan dua pebalap Spanyol, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa, pada seri kedua di Sirkuit Jerez, Spanyol, akhir pekan lalu. Dia mengakui, Stoner membuat kejutan dalam balapan basah yang berlangsung pada hari Minggu (29/4/2012) sehingga bisa mewujudkan impian untuk meraih kemenangan perdana dalam kariernya di sirkuit itu.

"Pertama, saya ingin mengatakan bahwa balapan di Jerez merupakan salah satu balapan terbaik Stoner," ungkap manajer asal Italia ini. "Itu juga lebih merupakan sebuah kemenangan psikologis karena terjadi di rumah Lorenzo, pebalap yang hampir meraih kemenangan. Saya pikir, kemenangan ini akan sangat membantu Casey karena hal itu merupakan respons sempurna atas apa yang dilakukan Lorenzo di Qatar."

Pada seri pembuka di Sirkuit Losail, Qatar, awal April lalu, Lorenzo keluar sebagai pemenang. Adapun Stoner, yang merajai sirkuit itu pada lima musim sebelumnya, finis di urutan ketiga. Akan tetapi di Jerez, tempat Lorenzo menjadi jawara dalam dua tahun terakhir (serta meraih posisi pemuncak untuk balapan akhir pekan kemarin), Stoner bisa membalasnya.

Halaman12
Editor: Ridwan Putra
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas