• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribun Timur

Anas Bantah Istrinya Terlibat Kasus Hambalang

Kamis, 26 April 2012 12:52 WITA
Jakarta, Tribun-Timur.com--Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum membantah keterlibatan istrinya, Athiyah Laila dalam kasus pembangunan pusat pelatihan olahraga Hambalang, Jawa Barat. Anas mengatakan, istrinya telah keluar dari PT Duta Citralaras pada 2009.

"Tidak, pasti tidak. Istri saya menyampaikan mengklarifikasi sebagai komisaris PT Dutasari Citralaras tahun 2008-2009. Awal 2009 dia sudah berhenti jadi komisaris," kata Anas di tengah-tengah pemeriksaan istrinya di gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/4/2012).

Anas menggelar jumpa pers singkat. Ia duduk di lantai tangga KPK melayani pertanyaan para pewarta. Menurut Anas, awal 2009 Athiyah tidak lagi menjadi komisaris PT Dutasari Citralaras. Sementara proyek Hambalang, katanya, baru dimulai pada 2010.

Lebih jauh soal Dutasari, Anas enggan menjelaskan. "Nanti biar dia (Athiyah) sendiri yang jelaskan," ucap Anas.

Adapun PT Dutasari Citralaras disebut sebagai salah satu perusahaan yang menjadi subkontraktor PT Adhi Karya dalam proyek Hambalang senilai Rp1,52 triliun itu. Perusahaan tersebut juga dipimpin Mahfud Suroso, yang kerap disebut sebagai orang dekat Anas. Saat ditanya apakah benar dirinya dekat dengan Mahfud, Anas menjawab, "Ya sedekat saya dengan Anda."

Ia juga enggan menjawab apakah benar Mahfud pemilik perusahaan tersebut dan bagaimana istrinya bisa masuk sebagai komisaris PT Dutasari Citralaras.

KPK tengah menyelidiki pembangunan pusat pelatihan olahraga Hambalang, Jawa Barat. Lembaga penegak hukum itu mengusut indikasi dugaan korupsi terkait sengketa lahan Hambalang maupun terkait pembangunan proyek yang dimulai 2010 itu. Pembangunan proyek Hambalang tertunda sejak dua tiga tahun sebelumnya lantaran ada masalah terkait sertifikat lahan.

Belum ditemukan indikasi tindak pidana korupsi terkait proyek tersebut sehingga KPK belum menetapkan tersangkanya. Sejauh ini KPK telah memeriksa lebih dari 50 orang terkait penyelidikan kasus Hambalang. Mereka di antaranya, Direktur Utama PT Duta Graha Indah (PT DGI), Dudung Purwadi, Manajer Pemasaran PT DGI, Mohamad El Idris, mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharam, Kepala Badan Pertahanan Nasional, Joyo Winoto, anggota Komisi II DPR asal Fraksi Partai Demokrat, Ignatius Mulyono, serta pejabat PT Adhi Karya, Mahfud Suroso.

KPK juga berencana memeriksa Anas dalam kasus ini. Penyelidikan kasus pembangunan pusat olahraga Hambalang ini berawal dari temuan KPK saat melakukan penggeledahan di kantor Grup Permai beberapa waktu lalu terkait penyidikan kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games. Nazaruddin menyebut Anas sebagai pihak yang mengatur proyek pembangunan Hambalang. Anas berulangkali membantah tudingan Nazaruddin.
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
87842 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas