Reklame Pemprov Sulsel Ditutup di Jakarta
Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sulsel Syuaib Mallombassi mempejuangkan keberadaan reklame
Tayang:
Editor:
Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sulsel Syuaib
Mallombassi mempejuangkan keberadaan reklame bergambar Gubernur Sulsel
Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Senin
(23/4).
Reklame bakal calon Gubernur incumbent Sulsel itu terancam dibongkar dari papan reklame lantaran pajak menunggak
"Reklamenya mau ditutup karena sudah selesai kontraknya, tapi tadi kita sudah kirim uang muka Rp 200 juta untuk perpanjangan kontrak selama setahun ke depan," kata Syuain kepada Tribun Timur via telepon selularnya, Makassar, Senin (23/4)
Menurut Syuaib, biaya kontrak reklame mantan bupati Gowa dua periode itu selama setahun senilai Rp 1,5 Miliar. Pihaknya telah mengontrak tujuh bulan. Selama tujuh bulan itu, pemprov Sulsel menghabiskan dana Rp 900 juta.
Ditanya soal sumber dana yang cukup besar itu, Syuaib mengaku menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Sulsel.
"Tapi selain APBD, kita juga ada sumbangan dari sumbangan lainnya seperti dari Tonasa dan Inco (Vale), karena tidak cukup kalau hanya APBD yang dipakai," Syuaib menambahkan.(*)
Reklame bakal calon Gubernur incumbent Sulsel itu terancam dibongkar dari papan reklame lantaran pajak menunggak
"Reklamenya mau ditutup karena sudah selesai kontraknya, tapi tadi kita sudah kirim uang muka Rp 200 juta untuk perpanjangan kontrak selama setahun ke depan," kata Syuain kepada Tribun Timur via telepon selularnya, Makassar, Senin (23/4)
Menurut Syuaib, biaya kontrak reklame mantan bupati Gowa dua periode itu selama setahun senilai Rp 1,5 Miliar. Pihaknya telah mengontrak tujuh bulan. Selama tujuh bulan itu, pemprov Sulsel menghabiskan dana Rp 900 juta.
Ditanya soal sumber dana yang cukup besar itu, Syuaib mengaku menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Sulsel.
"Tapi selain APBD, kita juga ada sumbangan dari sumbangan lainnya seperti dari Tonasa dan Inco (Vale), karena tidak cukup kalau hanya APBD yang dipakai," Syuaib menambahkan.(*)