Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Petani Sutera di Soppeng Keluhkan Bibit PT Perhutani

Petani Sutera Soppeng Keluhkan Bibit Murbey PT Perhutani

Tayang:
Penulis: Mansur AM | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Petani Sutera di Soppeng Keluhkan Bibit PT Perhutani
Tribun/Mansur
Anggota DPD RI perwakilan Sulsel, Bahar Ngitung (kemeja hitam-kuning) bersama petani sutera di Soppeng.
Makassar, Tribun-Timur.com--Ratusan petani sutera yang berdomisili di Kabupaten Soppeng mengeluhkan kualitas bibit murbey yang disalurkan PT Perhutani. Keluhan disampaikan kepada Anggota DPD RI, Bahar Ngitung, saat silaturahmi di kediaman salah satu pengusaha sutera Soppeng, Haji Massalangka, di Tajuncu, Kecamatan Donri-donri, Soppeng, Rabu (18/4/2012).

"Bibit murbey yang disalurkan PT Perhutani kualitasnya rendah sehingga memiliki dampak terhadap kualitas sutera. Bahkan bibit yang disalurkan tidak melalui sebuah penelitian terhadap kecocokan alam dan tanah yang ada di Soppeng sehingga hasilnya tidak memuaskan," keluh salah seorang pengusaha.

Akibat rendahnya kualitas bibit, satu kotak bibit hanya bisa menghasilkan kurang lebih 9 kg kokon. Jumlah ini sangat rendah dibanding dengan bibit yang diimpor dari Cina yang dapat menghasilkan hingga 45 kg. Bahkan petani mengancam apabila oemerintah melarang impor bibit makan petani akan beralih pada komoditas lain.

Masalalah pemasaran juga dikeluhkan oleh para petani. "Saat panen raya dan suplai meningkat maka harga turun drastis sedangkan pada saat bukan panen harga cukup bagus. Petani berharap pemerintah sebagai penyangga dan stabilisator dan bila perlu menetapkan harga minimal benang sutera agar petani punya kepastian harga. Dan untuk meningkatkan produksi dan kualitas sutera, petani mengharapkan agar pemerintah memberi subsidi pupuk dan bantuan peralatan pemintalan," kata Bahar kepada Tribun-Timur.com, via ponsel, pagi ini.

Disamping itu, para petani juga bingung karena urusan persuteraan dikelola empat instansi yaitu masalah benih oleh perhutani, masalah pengembangan dan penelitian oleh balai persuteraan, masalah pemasaran oleh dinas perdagangan dan masalah penanaman oleh dinas pertanian.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved