Petani Sutera di Soppeng Keluhkan Bibit PT Perhutani
Petani Sutera Soppeng Keluhkan Bibit Murbey PT Perhutani
Penulis: Mansur AM | Editor: Imam Wahyudi
"Bibit murbey yang disalurkan PT Perhutani kualitasnya rendah sehingga
memiliki dampak terhadap kualitas sutera. Bahkan bibit yang disalurkan
tidak melalui sebuah penelitian terhadap kecocokan alam dan tanah yang
ada di Soppeng sehingga hasilnya tidak memuaskan," keluh salah seorang
pengusaha.
Akibat rendahnya kualitas bibit, satu kotak bibit hanya bisa menghasilkan kurang
lebih 9 kg kokon. Jumlah ini sangat rendah dibanding dengan bibit yang
diimpor dari Cina yang dapat menghasilkan hingga 45 kg. Bahkan petani
mengancam apabila oemerintah melarang impor bibit makan petani akan
beralih pada komoditas lain.
Masalalah pemasaran juga dikeluhkan oleh para petani. "Saat panen raya
dan suplai meningkat maka harga turun drastis sedangkan pada saat bukan
panen harga cukup bagus. Petani berharap pemerintah sebagai penyangga
dan stabilisator dan bila perlu menetapkan harga minimal benang sutera
agar petani punya kepastian harga. Dan untuk meningkatkan produksi dan
kualitas sutera, petani mengharapkan agar pemerintah memberi subsidi
pupuk dan bantuan peralatan pemintalan," kata Bahar kepada Tribun-Timur.com, via ponsel, pagi ini.
Disamping itu, para petani juga bingung karena urusan persuteraan
dikelola empat instansi yaitu masalah benih oleh perhutani, masalah
pengembangan dan penelitian oleh balai persuteraan, masalah pemasaran
oleh dinas perdagangan dan masalah penanaman oleh dinas pertanian.