• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 17 September 2014
Tribun Timur

Kawanan Sapi Macetkan Jalur Trans Sulawesi

Sabtu, 14 April 2012 10:35 WITA

POLEWALI MANDAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Tak hanya penduduk desa yang bermigrasi ke ibu kota untuk mencari pekerjaan dan penghidupan yang layak. Kawanan sapi di Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang kesulitan mencari makan kini sering bergerak hingga masuk ke kawasan kota Polewali Mandar.

Kawanan sapi yang acap memotong dan menyeberang jalan di sembarang tempat itu cukup merepotkan para pengguna jalan. Lalu lintas di jalur padat lintas barat Sulawesi,  tepatnya di sepanjang Jalan Andi Depu tak jauh dari kantor Samsat dan kantor Dinas Sosial Polewali Mandar bahkan pernah macet karena kawanan sapi yang melintas.

Saat kawanan sapi masuk ke jalan, kendaraan yang melintas terpaksa memperlambat laju dan kadang harus berhenti. Sapi-sapi ini seringkali menyelonong masuk ke jalan tanpa barisan sehingga antrean kendaraan terjadi. Gerombolan sapi ini tentu saja membuat arus lalu lintas yang padat menjadi macet.

"Saya terpaksa menepi karena takut kendaraan saya ditabrak kawanan sapi yang terjebak di tengah kemacetan," ujar Ramli, pengendara motor yang ikut terjebak kemacetan.

Kawanan sapi yang dilepas bebas oleh pemiliknya di berbagai tempat ini tidak hanya menghambat arus lalu lintas, namun juga bisa membahayakan para pengguna jalan. "Seharusnya sapi-sapi ini jangan dilepas bebas ke mana-mana hingga mengganggu pengguna jalan," ujar seorang sopir angkot jurusan Polewali-Wonomulyo.

Hingga kini belum ada upaya pemerintah menertibkan pemilik sapi agar mengontrol ternak mereka. Sebelumnya, hewan-hewan seperti sapi dan kambing yang berkeliaran di kampung-kampung atau kota langsung ditangkap petugas dan pemiliknya dikenai denda. Namun hal itu tak terjadi lagi saat ini.(*/tribun-timur.com)
Editor: Muh. Irham
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
86686 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas