citizen reporter
Sekjen: Tugas Kemenag Berat tapi Suci
Laporan: Muh. Tonang, Kasubag Hukmas dan KUB Kanwil Kemenag Sulsel
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ina Maharani
Tribun-timur.com -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementeian Agama (Kemenag) RI, H Bahrul
Hayat, Ph.D mengatakan, Kementerian Agama mempunyai tugas yang amat
berat, tapi suci.
‘‘Tugas yang paling berat meningkatkan kualitas hidup umat beragama,
membuat pemeluk agama menjadi umat yang sejati, yang terbaik dan menjadi
misi yang terberat,’‘ kata Sekjen saat memberikan pengarahan pada
Penyusunan Rencana Kerja (Renja) dan Orientasi Pembinaan Keluarga
Sukinah Ditjen Bimas Hindu, di Hotel Aryaduta, Makassar, Senin (9/4).
Tugas berat lainnya, kata Bahrul Hayat, adalah meningkatkan kerukunan
umat beragama. Untuk yang satu ini, lanjut dia, dibutuhkan tiga kata,
pertama, punya sikap untuk menerima perbedaan, kedua, menghormati
perbedaan, dan ketiga, meningkatkan toleransi umat beragama.
Tiga tugas berat Kemenag yang lain, namun suci, urai Sekjen, adalah
meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan; tugas
penyelenggaraan ibadah haji, dan meningkatkan tata kelola ke
pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Kesempatan itu, Sekjen yang didampingi Dirjen Bimas Hindu, Prof. DR.
IBG. Yudha Triguna, Sesditjen Hindu, I Ketut Lancar, Kakanwil Kemenag
Sulsel, Drs. H. M. Gazali Suyuti, MHI, dan Ketua IHDN Denpasar, meminta,
aparat Kemenag di mana saja berada, untuk tetap berkomitmen dalam
melaksanakan tugas-tugas sehari-hari.
‘‘Bagaimana agar berkomitmen untuk berkinerja dan berprestasi. Komitmen,
menurutnya, harus disertai dengan kemampuan, integritas dan leadership
(kepemimpinan).
Dia menyebutkan, sepuluh komitmen yang harus diaplikasikan seorang PNS,
yaitu; Komitmen terhadap pelayanan; Komitmen kualitas; Komitmen untuk
terus belajar; Komitmen terhadap solusi; Komitmen untuk berubah;
Komitmen untuk saling menghormati; Komitmen untuk bekerja sama; Komitmen
untuk diisplin; Komitmen untuk bertindak jujur; dan Komitmen untuk
ikhlas (tidak mengharap balasan).
Sekjen menegaskan, tahun 2012 merupakan tahun ketiga rencana pembangunan
jangka menengah (RPJM) dan merupakan tahun prestasi dan kinerja dan
bebas dari KKN.
Sebelumnya, kakanwil kemenag Sulsel dalam sambutannya mengatakan, dengan
tersusunnya Renja Bimas Hindu, diharapkan dapat memeberi arah dan acuan
yang jelas, untuk direalisasikan dalam bentuk kegiatan yang
berorientasi dengan kebutuhan umat di bidng keagamaan.