Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Anggarn Pengembangan Bandara Hasanuddin Rp 196 Miliar

Anggarn Pengembangan Bandara Hasanuddin Rp 196 Miliar

Tayang:
Editor: Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Anggaran pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makasar terkait peningkatan kapasitas bandar udara internasional diusulkan sebesar Rp196 miliar.

"Anggaran sudah diprogramkan, total permintaan Rp196 miliar, kita berharap sudah selesai sebelum "opensky" (ASEAN opensky 2015)," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Masykur A.Sulthan di Makassar, Kamis.
    
Program pengembangan bandara terdiri atas perpanjangan landasan pacu dari 3.100 meter menjadi 3.500 meter, perluasan terminal dari 51.000 meter persegi menjadi 68.000 meter persegi serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
    
"Anggaran Rp196 miliar sudah termasuk penambahan terminal, perpanjangan dengan seluruh fasilitas pendukungnya," ujarnya.
    
Pembebasan lahan seluas 12 hektare terkait pengembangan fasilitas bandara ini, kata dia, menjadi tanggungan penuh PT Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara. Sementara ini, proses pembebasannya dalam tahap pematangan.
    
Proses pembicaraan dengan pemilik lahan, katanya, telah lama dilakukan namun, belum mencapai kesepakatan harga.
    
Perpanjangan landasan, lanjutnya, sudah sangat dibutuhkan untuk mendukung Bandara Sultan Hasanuddin sebagai salah satu gerbang utama perhubungan udara di Indonesia, menghadapi"opensky" 2015 serta pengembangan pelayanan penerbangan internasional.
    
Kementerian Perhubungan, tambahnya, juga sudah sangat menyadari mengenai pentingnya pengembangan fasilitas di bandara apalagi lalu lintasnya yang sudah terhitung padat.   
    
Menurutnya, jika perpanjangan landasan telah selesai kemudian kerja sama pembangunan fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) dan hanggar hasil kerja sama antara Angkasa Pura I dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia di kawasan bandara lama rampung, fasilitas bandara dinilai telah lengkap.
    
Diharapkan, studi pembangunan fasilitas Hanggar dan MRO dapat diselesaikan pada April 2012 dan tendernya sudah bisa berjalan Mei 2012. Setelah itu, pengerjaan fisik pun dapat dimulai.
    
"Seluruh standar sebagai bandara internasional sudah kita miliki jika semua sudah rampung. Kalau jadi semua itu hanggar dan MRO, perpanjangan landasan, peningkatan kualitas pelayanan dengan penambahan terminal kemudian sarana hotel dan lainnya sebagai sarana pendukung," katanya.(*/tribun-timur.com)

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved