Warga Tionghoa Rayakan Cum Beng
Tradisi Cum Beng dapat dilaksanakan sepekan sebelum atau sesudah hari puncak hari Cum Beng.
Tayang:
Penulis: Muh. David Aritanto | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM -- Yayasan Sosial Budi Luhur bersama perwakilan dua belas yayasan warga Tionghoa di Makassar akan menggelar sembahyang ritual Cum Beng untuk para leluhur, Rabu (4/4/2012).
Ritual ini juga digelar yayasan marga Tionghoa di daerah ini seperti Yayasan Marga Tho, Yayasan Marga Tan, Yayasan Marga Thoeng, serta sejumlah yayasan lainnya.
Prosesi tersebut digelar bersamaan dengan puncak hari Cum Beng yang juga disebut Qing Bing. Cum Beng adalah bulan masa ziarah kubur bagi warga Tionghoa.
Tradisi Cum Beng dapat dilaksanakan sepekan sebelum atau sesudah hari puncak hari Cum Beng. Tahun ini, puncak hari Cum Beng dimajukan Rabu (4/4/2012) dari Kamis (5/4/2012).
Majunya puncak hari Cum Beng sehari sebelumnya tersebut karena saat bersamaan adalah masa sembahyang bulan tengah atau bulan purnama. Sehingga mayoritas masyarakat Tionghoa menilai pelaksanaan Cum Beng pada hari tersebut menjadi pantangan
"Tahun ini, bulan berdasar penanggalan Imlek ada Lung atau dobel bulan sehingga ada penyesuaian rotasi perputaran tahun yang mengakibatkan Cum Beng jatuh pada Rabu (4/4/2012)," kata tokoh Tionghoa, Yonsi Lolo.
Taman pemakaman warga Tionghoa di Pannara, Antang, Makassar, dan pemakaman Bolangi, Kabupaten Gowa, masih sepi dari peziarah.
Biasanya puncak hari Cum Beng, taman pemakaman Pannara dan Bolangi dibanjiri peziarah. Bahkan, tak jarang warga Tionghoa datang secara khusus dari luar negeri untuk berziarah ke makam keluarga atau leluhurnya.*)
Ritual ini juga digelar yayasan marga Tionghoa di daerah ini seperti Yayasan Marga Tho, Yayasan Marga Tan, Yayasan Marga Thoeng, serta sejumlah yayasan lainnya.
Prosesi tersebut digelar bersamaan dengan puncak hari Cum Beng yang juga disebut Qing Bing. Cum Beng adalah bulan masa ziarah kubur bagi warga Tionghoa.
Tradisi Cum Beng dapat dilaksanakan sepekan sebelum atau sesudah hari puncak hari Cum Beng. Tahun ini, puncak hari Cum Beng dimajukan Rabu (4/4/2012) dari Kamis (5/4/2012).
Majunya puncak hari Cum Beng sehari sebelumnya tersebut karena saat bersamaan adalah masa sembahyang bulan tengah atau bulan purnama. Sehingga mayoritas masyarakat Tionghoa menilai pelaksanaan Cum Beng pada hari tersebut menjadi pantangan
"Tahun ini, bulan berdasar penanggalan Imlek ada Lung atau dobel bulan sehingga ada penyesuaian rotasi perputaran tahun yang mengakibatkan Cum Beng jatuh pada Rabu (4/4/2012)," kata tokoh Tionghoa, Yonsi Lolo.
Taman pemakaman warga Tionghoa di Pannara, Antang, Makassar, dan pemakaman Bolangi, Kabupaten Gowa, masih sepi dari peziarah.
Biasanya puncak hari Cum Beng, taman pemakaman Pannara dan Bolangi dibanjiri peziarah. Bahkan, tak jarang warga Tionghoa datang secara khusus dari luar negeri untuk berziarah ke makam keluarga atau leluhurnya.*)