Pilkada BOne
Putra Bupati Bone Kampanye Lewat Karung
Putra Bupati Bone Kampanye Lewat Karung
Penulis: Mahyuddin | Editor: Muh. Irham
Pembagian karung ini digelar di areal persawahan sepanjang jalan poros. Para petani yang berada di sekitar lokasi pembagian, meninggalkan pekerjaannya untuk berebut karung tersebut. Bahkan, sebagian petani yang menggunakan dokar juga ikut mengantri untuk mendapatkan karung tersebut.
Sementara itu, Pelaksanaan try out Sekolah Menengah Atas (SMA) Bone menuai protes di kalangan masyarakat Bone. Pasalnya, 6.882 soal try out yang dibagikan ke pelajar tingkat SMA dan MAN melalui salah satu lembaga Forum Komunikasi Pemuda Bone (FKPB) selaku panitia pelaksana kegiatan try out tersebut, (1/4) mencantumkan gambar ACC pada sampulnya sehingga dinilai memperngaruhi konsentrasi belajar siswa dan meracuni pelajar dengan politik.
"Kami sangat menyesalkan pencantuman salah satu kandidat pada sampul soal try out SMA utamanya kepada panitia penyelenggara yang ditunggangi politik," jelasnya Ketua LSM Formak Syafruddin Madjid.
Ia juga menjelaskan bahwa pemilih pemula memang perlu mengetahui calon pemimpin Bone tapi jangan dipaketkan dalam pendidikan karena pendidikan dengan mendomplengkan kegiatan politik pada pemilih pemula merupakan racun yang dapat merusak generasi muda Indonesia.
Sementara itu, salah seorang pemerhati pendidikan Asrul, menilai selaku dinas pendidikan seharusnya menutup ruang publik kepada kandidat bupati yang dapat mempengaruhi siswa dalam konsentrasi belajar, apalagi diketahui kelas III pekan ini akan menghadapi ujian nasional meskipun pelajar kelas III memiliki hak untuk memilih.
Sementara, Ketua FKPB Supriadi menyebutkan, kegiatan try out ini bersifat membantu siswa untuk persiapan Ujian Negara, apalagi diketahui SMA ini tidak mempunyai dana khusus tidak seperti pelajar tingkat SMP dan SD. Ia juga menjelaskan bahwa pencantuman ACC pasa sampul soal try out karena Andi Ciceng merupakan pembina lembaga FKPB.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Drs H Taswin Arifin juga menyebutkan bahwa foto kandidat yang terpasang dalam sampul try out itu tidak menjadi masalah. Sebab, niat baik untuk membantu siswa dalam mengevaluasi kemampuan dalam mengerjakan soal soal try out. Ia juga menjelaskan bahwa dana yang digunakan untuk try out bukanlah dari dinas pendidikan melainkan dari pihak panitia.
"Saya hanya melihat dari segi manfaat, dan tidak ada urusan politik," ungkapnya. (*/tribun-timur.com)