Senin, 31 Agustus 2015

Pemain Asing ISL Bakal Dideportasi

Sabtu, 31 Maret 2012 16:19

Pemain Asing ISL Bakal Dideportasi
lpi vs isl

Melihat kenyataan di lapangan, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengaku prihatin dengan keresahan yang dikeluhkan para pemain asing yang bertanding di Indonesia Super League (ISL) karena terhambat dalam perpanjangan Kartu Ijin Terbatas atau KITAS mereka.

Menurut Djohar Arifin, masalah seperti ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika semua pihak memahami aturan secara benar.

"Saya prihatin dengan keresahan para pemain asing yang bermain di ISL. Mereka sulit memperpanjang KITAS, karena harus mendapat surat rekomendasi dari PSSI," ungkap Djohar Arifin dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (31/3/2012).

Persoalan perpanjangan KITAS yang menerpa para pemain asing yang bermain di ISL, juga akibat dari penolakan KPSI atas tawaran rekonsiliasi dari PSSI. "PSSI sudah menawarkan pengakuan kepada ISL. Dengan demikian, persoalan perpanjangan KITAS tidak perlu lagi menjadi masalah bagi pemain di ISL. Tetapi mereka menolak," tutur Djohar Arifin Husin.

Seperti diketahui, tawaran rekonsiliasi dari PSSI tidak mendapat respon yang baik dari klub-klub yang bermain di ISL. Dengan demikian, PSSI sebagai wakil resmi AFC dan FIFA di Indonesia, tidak bisa memberikan surat jaminan kepada pemain asing di ISL sebagai syarat mendapatkan KITAS.

KITAS merupakan ketentuan yang diatur dalam PP No.32/1994 yang diperbaharui dengan PP No.18/2005 tentang keimigrasian. Yang mana bunyi dari PP tersebut adalah "Semua orang asing termasuk para pemain asing yang berlaga di ISL wajib memiliki KITAS. Sesuai Pasal 52 Keputusan Menteri Kehakiman No. M02/1995, permohonan untuk mendapatkan KITAS harus menyertakan Surat Sponsor dan Jaminan. Kemudian Surat Keterangan Jaminan dan Status Sponsor.

Sementara itu, Direktur Media PSSI, Tommy Rusihan Arief mengatakan PSSI sulit mengeluarkan surat sponsor dan jaminan kepada pemain asing yang bermain bukan di kompetisi yang resmi di bawah naungan PSSI.

Halaman123
Editor: Muh. Irham
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas