Aksi Jelang BBM Naik
8 Tuntutan Pendemo untuk SBY-Boediono
hari ini mereka di antaranya dari Aliansi Buruh Makassar, PMII, HMI, LMND, GMKI, dan Forum Mahasiswa Toraja (Format).
Tayang:
Editor:
Ina Maharani
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Ratusan mahasiswa dan juga beberapa elemen dan organda lainnya terus mendatangi titik aksi utama Jl Urip Sumiharjo Makassar, Kamis (29/3/2012).
Adapaun beberapa organ serta elemen dan organisasi mahasiswa yang berunjuk rasa hari ini mereka di antaranya dari Aliansi Buruh Makassar, PMII, HMI, LMND, GMKI, dan Forum Mahasiswa Toraja (Format).
Ketua Umum HMI Sulselbar Andi Surahman Batara dalam orasinya diatas mimbar mobil kontainer, merilis delapan tuntutan serta desakan mahasiswa terhadap pemerintahan SBY-Boediono yaitu.
Mendesak pemerintah agar mewujudkan kemandirian energi, Nasinalisasi aset negara yang dikuasi asing, wujudkan kedaulatan pangan, menolak liberalisasi pasar, stop pembodohan dan pemiskinan tehadap masyarakat dengan BLT, maksimalkan pendapatan pajak negara, stop utang luar negeri dan penegakan supremasi hukum.
"Inilah tuntutan dan desakan kami terhadap SBY-Boediono yang dianggap gagal total menjalankan roda pemerintahan negara,"tegas Surahman didampingi Wakil Sekretaris Umum HMI Gowa Raya Yunus.
Selain menuntut serta mendesak SBY-Boediono, kader HMI ini juga mengancam akan meduduki SPBU selama dua kali 24 jam. Bahkan akan mengobrak-abrik.
"Jika memang kenaikan BBM dikabulkan maka kami berjanji akan merusak 37 SPBU di Makassar meski peluru menembus dada kami,"ujarnya.
Meski ribuan massa demonstran menduduki saejumlah ruas jl protokol, namun aksi mereka masih damai dan jauh dari anarkisme.
Pantau Tribun, ratusan massa terus mendatangi titik utama aksi secara bergelombang dengan mengendarai motor, mobil bahkan berjalan kaki