
- Sumur Koin untuk Berdoa di Hahndorf
- KONI Bone Target Masuk 3 Besar Urutan KONI Sulsel
- KONI Ketemu Gubernur Sulsel
- KONI Bantaeng Siap Sukseskan Porda ke-15
- Ranjang King Koil Hanya Rp 39 Juta di Lavita
- Kantor KONI Sulsel Kecurian
- Wali Kota Parepare Terima Penghargaan
- LSM Kumpul Batu Bata untuk Gedung KPK
- Legislator PKS Parepare Kumpulkan Koin untuk KPK
- KONI Sulsel Diminta Me-Yudicial Review UU No.3/2005
JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM -- Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo berpendapat, sebaiknya satu saja badan arbitrase olahraga nasional. Hal itu akan mengoptimalkan kerja dari badan yang membantu mengurusi masalah keolahragaan.
"Saat ini di bawah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) ada BAORI (Badan Arbitrase Olahraga Indonesia). Di bawah KOI, ada BAKI (Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia). Supaya lebih optimal, sebaiknya badan arbitrase itu satu saja. Ke depan, KOI menginginkan sebaiknya satu saja supaya induk organisasi olahraga itu tidak bingung," ujar Rita, Selasa (27/3/2012).
Menurut Rita, BAKI sudah memenuhi aturan Badan Arbitrase Internasional untuk Olahraga (CAS). BAKI didukung oleh arbiter independen. BAKI juga dibentuk oleh KOI yang di tingkat komite olimpiade internasional (IOC), sudah diakui. Sehingga, BAKI menjadi badan yang bisa membantu menyelesaikan masalah olahraga dari federasi nasional ke tingkat internasional.
"Ke depan memang sebaiknya BAKI dan BAORI menjadi satu. Pembicaraan mengenai hal itu baru antara saya dan Ketua Umum KONI, belum menyeluruh ke semua pengurus," tutur Rita.(*/tribun-timur.com)
