Pilgub Sulsel
Roem Ogah Naik Kapal Induk
Roem Ogah Naik Kapal Induk
"Ya, kalau sudah penuh (kapal induk) maka kami tidak usah ikut berlayar. Itu penuh karena tidak ada yang mau turun," kata Roem kepada wartawan, Selasa (27/3/2012).
Ia mengatakan, tak perlu ikut berlayar. Ia akan berjuang lewat darat agar ada yang jaga rumah. "Kalau mau mengabdi kepada rakyat itu lewat apa saja boleh, kalau soal kepentingan rakyat tidak perlu ada masalah begitu, lewat kereta api juga boleh," kata Roem lagi.
Pengakuan mantan Bupati Sinjai dua periode ini terkait beredarnya gambar karikatur di jejaring sosial Facebook yang menyebutkan bahwa Kapal Induk sudah penuh.
Legislator Partai Golkar DPRD Sulsel Armin Mustamin Toputiri, mengatakan, kapal induk penuh adalah negatif campaign buat SYL. Kabar tersebut menurut Armin adalah serangan buat Syahrul.
Sementara itu, Syahrul selaku nakhoda Kapal Induk mengakui gambar dirinya bersama keluarga dan kerabat yang memenuhi kapal induk di gambar tersebut sudah sesuai pada tempatnya.
"Keluarga saya itu naik (naik kapal induk) karena pilkada, itu hasil pemilihan. Haris naik karena pilkada, semua sudah melalui proses," kata Syahrul kepada Tribun Timur sambil memperhatikan gambar dirinya yang diabadikan pada handpone wartawan Tribun di gedung Bappeda, Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumihardjo, Makassar, Selasa (27/3).
Namun, Syahrul mengaku sedih ketika melihat bahwa karikatur tersebut menggambarkan bahwa Kapal Induk Sudah Penuh. "Itu rakayasa. Sedih banget ya," tambah ketua DPD I Golkar Sulsel ini sembari tersenyum.
Gambar kapal induk penuh yang beredar itu berlatar kuning dengan judul Maaf Bos Kapal Induk Penuh. Tampak gambar SYL bersama keluarga dan kerabat di atas kapal induk. Terlihat pula gambar sejumlah orang terjatuh dari kapal induk dan ada pula yang berenang.(*/tribun-timur.com)
Selengkapnya Baca di Tribun Timur Edisi Cetak