Inter Terpaksa Jual Eto'o dan Motta
Tribun Timur - Senin, 26 Maret 2012 23:13 WITA
Berita Terkait
- 175 Kamar VVIP bagi Tokoh Dunia di Makassar
- Kominfo Bawa Mobile Internet ke Sekolah
- Ini 10 Negara dengan Internet Tercepat di Dunia
- Ini Dia, Internet Terkencang di Dunia
- Juventus Kalahkan Inter di Giuseppe Meazza
- Pengertian Kode Film Saat Download Film
- SMA Internasional Hadir di Makassar
- Pengadaan internet Taraf Desa di Bone Tidak Maksimal
- Hina Balotelli, Inter Didenda Rp 634 Juta
- Duel Kota Milan, Pembuktian Balotelli
MILAN, tribun-timur.com -- Direktur teknik Inter Milan, Marco
Branca, mengungkapkan alasan klubnya menjual dua pemain andalan, Samuel
Eto'o dan Thiago Motta. Menurut Branca, pihaknya terpaksa menjual kedua
pemain tersebut karena tidak mempunyai pilihan lain.
Inter sebelumnya telah menjual Eto'o ke klub asal Rusia, Anzhi Makhackala pada musim lalu. Sedangkan, Motta resmi dilepas ke Paris Saint-Germain pada musim transfer Januari lalu.
"Dari pandangan teknis kami, tidak hanya menurut Saya, tetapi juga Presiden, dan semua orang di Inter, kami sebenarnya ingin membuat keputusan yang berbeda. Tetapi, kami akhirnya membuat keputusan itu, karena tidak punya pilihan lagi," ujar Branca seperti dilansir Football Itala.
Lebih lanjut, Branca pun mengomentari mengenai perfoma Inter di Serie-A dan di kejuaraan Eropa. Ia menilai, tersingkir dari Liga Champions, dan berada di posisi kedelapan klasemen sementara Serie-A merupakan pukulan berat bagi Inter.
"Kami berada di situasi yang berbeda dari tahun lalu. Di tahun pertama saya di Inter, situasinya hampir sama seperti ini, dan kami bisa mengatasi itu semua. Inilah yang terjadi di setiap olahraga," kata Branca.
Inter sebelumnya telah menjual Eto'o ke klub asal Rusia, Anzhi Makhackala pada musim lalu. Sedangkan, Motta resmi dilepas ke Paris Saint-Germain pada musim transfer Januari lalu.
"Dari pandangan teknis kami, tidak hanya menurut Saya, tetapi juga Presiden, dan semua orang di Inter, kami sebenarnya ingin membuat keputusan yang berbeda. Tetapi, kami akhirnya membuat keputusan itu, karena tidak punya pilihan lagi," ujar Branca seperti dilansir Football Itala.
Lebih lanjut, Branca pun mengomentari mengenai perfoma Inter di Serie-A dan di kejuaraan Eropa. Ia menilai, tersingkir dari Liga Champions, dan berada di posisi kedelapan klasemen sementara Serie-A merupakan pukulan berat bagi Inter.
"Kami berada di situasi yang berbeda dari tahun lalu. Di tahun pertama saya di Inter, situasinya hampir sama seperti ini, dan kami bisa mengatasi itu semua. Inilah yang terjadi di setiap olahraga," kata Branca.
Editor : Ina Maharani
Sumber : Kompas.com
