Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Timur

Hercules: Jangan Selalu Sudutkan Orang Timur

Minggu, 25 Maret 2012 11:44 WITA

Hercules: Jangan Selalu Sudutkan Orang Timur
TRIBUN JAKARTA/DANNY PERMANA
Hercules, tokoh masyarakat asal Indonesia Timur
TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Rumah Daud Kei, Wakil Ketua Angkatan Muda Kei, di Jalan Masjid I, Karet Tangsin, Jakarta Selatan, Sabtu (24/3/2012) malam, tiba-tiba menjadi ramai. Ratusan orang yang rata-rata berasal dari Indonesia Timur, khususnya Maluku, berkumpul untuk menyaksikan Daud Kei, Umar Kei, Hercules, dan Sekjen Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Syahril Wasahua menggelar jumpa wartawan.

Makanan sudah disediakan Daud untuk menjamu para tamu. Buah-buahan dan kue disuguhkan sang empunya rumah, sampai akhirnya semua tokoh berkumpul seusai magrib.

Tak ada topik khusus dalam pertemuan di rumah yang memiliki pelataran cukup luas tersebut. Hercules tiba lebih awal bersama sang istri. Menggunakan baju merah dan celana jins cokelat Hercules langsung duduk disamping Daud. Tidak lama kemudian, datang Umar yang langsung duduk di samping kanan Daud.

"Istilah kami, pertemuan seperti ini saling menjalin silaturahmi agar saling mengenal satu sama lain. Semuanya sama karena kami hanya bagi tugas. Tidak ada perbedaan kelompok (pada kami), itu salah besar," kata Umar Kei.

Maksud pertemuan tersebut adalah untuk menjelaskan isu-isu premanisme yang belakangan ini selalu santer dikaitkan dengan orang-orang asal Indonesia Timur, khususnya warga Kei, dan Hercules. "Jangan semua warga Indonesia Timur disudutkan dan dikatakan seolah-olah sebagai kelompok warga yang anarkis," katanya.

Hercules yang dianggap sebagai sesepuh orang-orang Indonesia Timur yang tinggal di Jakarta, mengatakan jangan semua tidakan pelanggaran hukum dikatakan sebagai tindak premanisme. Menurutnya harus dilihat kasus per kasus.

"Negara ini negara hukum. Bukan premanisme saja yang dihukum, tetapi juga siapa saja pelanggar hukum," kata Hercules.

Hercules menyebut penyerangan rumah duka RSPAD Gatot Subroto selalu dikait-kaitkan dengan premanisme."Kelompok (yang menyerang rumah duka RSPAD) ingin mempertahankan sesuatu. Jangan sampai orang lain yang tak tahu-menahu ikut dikaitkan-kaitkan. Itu tidak boleh," kata Hercules.

Setelah menggelar pertemuan dengan wartawan, ketiga tokoh Indonesia Timur tersebut pun masuk ke ruang tengah rumah Daud dan dengan santai mereka pun makan bersama. Setelah itu Hercules pun keluar dan meninggalkan rumah Daud. (ADI SUHENDI/NUR MULIA REKSO/TRIBUN JAKARTA).

Editor: Ridwan Putra
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas