Presiden Suriah Diguncang Email Selingkuh
Media pemerintah di negara-negara Timur Tengah telah menyatakan rangkaian e-mail itu sebagai hoax , dan tidak ada bukti tentang hubungan seksual.
Diktator yang menikah dengan perempuan kelahiran Inggris, Asma Assad, itu tampaknya menerima sejumlah pesan mesra dari dua asistennya di bidang hubungan masyarakat (humas) yang masih muda yang mengatakan kepada Assad bahwa mereka merindukan dia.
Perempuan ketiga, dikatakan sebagai seorang desainer
perhiasan, menulis, "Saya tidak bisa melihat kehidupan tanpa dirimu."
Sebuah e-mail lain, yang dikirim bulan Desember dan terungkap
Minggu (19/3/2012), berisi foto seorang perempuan tak dikenal yang hanya
mengenakan lingerie putih.
Dalam foto tersebut, perempuan misterius itu menghadap ke dinding sehingga wajahnya tidak kelihatan.
Rincian pesan-pesan e-mail itu muncul di Sunday Times hari Minggu. Harian itu melaporkan bahwa para aktivis anti-pemerintah berkumpul dan mendistribusikan pesan-pesan terkait diktator Suriah yang sedang diperangi rakyatnya itu.
Pengungkapan isi e-mail itu bisa merusak reputasi Assad di dunia Arab, khususnya di Iran yang konservatif.
Istri Assad jarang tampil di depan publik sepanjang tahun lalu, sejak rezim Assad melancarkan penumpasan brutal terhadap kelompok oposisi. Namun, bulan lalu, dia tersenyum ke arah kamera saat Assad memberikan suara dalam referendum mengenai pembaruan konstitusi. Asma Assad (36 tahun) seorang mantan bankir investasi dan dibesarkan di Acton, London Barat.
Mail Online, yang mengutip Sunday Times melaporkan,
salah satu dari tiga perempuan pengagum Assad itu disebut sebagai
Sheherazad Jaafari, seorang penasihat PR berusia awal dua puluhan dan
putri duta besar Suriah untuk PBB.
Sejumlah e-mail itu memperlihatkan dia meminta seorang penasehat Assad yang lain untuk mengatakan kepada Assad bahwa, "Saya sangat-sangat mencintainya dan bahwa saya merindukannya."
Seorang pegawai PR yang lain, disebutkan di Sunday Times sebagai Hadeel al-Ali, menyertakan foto Presiden Assad di masa mudanya dan perempuan itu menyebut dia 'cute'. Perempuan ketiga bernama Rasha Mouakeh.Sejumlah e-mail terbaru ini menyusul penyungkapan pada minggu ini tentang saling kirim e-mail antara Presiden Assad dan seorang perempuan misterius.
Dalam e-mail-e-mail itu mereka berdiskusi santai mulai dari persoalan kenegaraan hingga berkembang menjadi semakin genit. Dan dalam sejumlah e-mail dari alamat yang lain, mungkin oleh perempuan yang sama tapi dengan nama palsu, mereka terlihat bertukar lagu-lagu cinta Lebanon. Salam satu e-mail mencantumkan karakter Arab untuk 'Aku mencintaimu'.
Media pemerintah di negara-negara Timur Tengah telah menyatakan rangkaian e-mail itu sebagai hoax , dan tidak ada bukti tentang hubungan seksual.
Bocoran yang diperoleh para pemberontak itu muncul pada saat pergolak di Suriah kiat memuncak. Minggu kemarin, ibukota Damaskus terguncang oleh serangan menghancurkan yang menewaskan 27 orang. Serangan pada sekitar pukul 07.30 itu menyebabkan dua gedung pemerintah luluh-lantak.
Rezim Assad langsung menuduh bahwa para 'teroris' anti-pemerintah mendalangi ledakan bom mobil yang terkoordinasi itu. Namun pihak oposisi menolak bertanggung jawab. Mereka mengatakan, pihaknya tidak mampu melakukan serangan besar dan canggih seperti itu.(*)