PLTU Bosowa di Jeneponto Mulai Beroperasi
Tribun Timur - Minggu, 18 Maret 2012 10:01 WITA

pejabat PLTU Bosowa Energy Jeneponto beberapa waktu lalu
Berita Terkait
- Listrik DPRD Bone Terancam Diputus
- Makassar Jadi Pilot Project Penghematan Listrik
- Setahun, Tagihan Listrik Lampu Jalan Makassar Rp 25…
- Taksi Bosowa Gandeng Disbudpar Peningkatan Pariwisata
- Peta Wisata Makassar Ada di Taksi Bosowa
- Demokrat-Barnas-PBB Koalisi Dukung Iksan-Mulyadi
- Pemilik Toko Inti Sejahtera Boyong Yamaha Mio
- Semen Bosowa Gelar Customer Gathering
- Peternak Beroanging Bangkala Barat Mencoba Bangkit
- Tak Ada Listrik, 200-an KK di Bulukumba "Mencantol"
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bosowa Energy di Kabupaten
Jeneponto resmi masuk dalam sistem kelistrikan di Sulsel. Dengan begitu
Bosowa Energy per Minggu (18/3/2012) hari ini sudah memulai ujicoba menyuplai listrik
2x125 MW untuk Sulsel.
Peresmian first firing dilakukan secara simbolis melalui pemencetan tombol oleh CEO Bosowa Corporation Erwin Aksa, Bupati Jeneponto Radjamilo, Presdir Komisaris Dewi, Anggota DPR RI Malkan Amin, dan sejumlah pejabat Bosowa lainnya.
Erwin Aksa dalam sambutannya mengungkapkan, PLTU Jeneponto mampu selesai 19 bulan, dari target 30 bulan yang direncanakan.
"PLTU ini sangat penting untuk masyarakat Sulsel yang selama ini masih kekurangan listrik. Dengan pembangkit ini diharapkan kebutuhan listrik Sulsel bisa terpenuhi, dan PLN bisa menghemat Rp 4 triliun, karena bisa menukar pembangkit disel menjadi batubara," ujar Erwin.(*)
Peresmian first firing dilakukan secara simbolis melalui pemencetan tombol oleh CEO Bosowa Corporation Erwin Aksa, Bupati Jeneponto Radjamilo, Presdir Komisaris Dewi, Anggota DPR RI Malkan Amin, dan sejumlah pejabat Bosowa lainnya.
Erwin Aksa dalam sambutannya mengungkapkan, PLTU Jeneponto mampu selesai 19 bulan, dari target 30 bulan yang direncanakan.
"PLTU ini sangat penting untuk masyarakat Sulsel yang selama ini masih kekurangan listrik. Dengan pembangkit ini diharapkan kebutuhan listrik Sulsel bisa terpenuhi, dan PLN bisa menghemat Rp 4 triliun, karena bisa menukar pembangkit disel menjadi batubara," ujar Erwin.(*)
Penulis : Meliana Bory
Editor : Ridwan Putra
