Polres Mamasa Diadukan ke Komnas HAM
Polres Mamasa Diadukan ke Komnas HAM
Menurut salah satu koordinator aksi yang juga saksi mata dalam bentrokan itu, Yusuf Rahmat, polisi Mamasa telah melakukan pelanggaran terhadap HAM dengan bertindak brutal kepada para peserta unjuk rasa. Salah satunya dicerminkan dengan tembakan berulang-ulang yang dilakukan polisi, saat massa telah membubarkan diri. Bahkan massa pengunjuk rasa terus dikejar dan dipukuli hingga banyak yang terluka.
Yusuf Rahmat, Minggu (11/3/2012) mengaku tengah mengumpulkan bukti-bukti pendukung untuk memperjelas tuduhan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh para penegak hukum tersebut. "Masa orang sudah bubar terus dikejar-kejar dan dianiaya satu persatu, maka wajar jika banyak yang terluka," ujar Yusuf.
Bahkan, Yusuf juga menuding aparat Polres Mamasa sengaja melibatkan sejumlah organisasi pemuda dan PNS untuk ikut menganiaya para pengunjuk rasa. Ia menyatakan, ada sejumlah pemuda dari organisasi kepemudaan di Mamasa yang terkesan dibiarkan terlibat ikut memukuli massa pengunjuk rasa. "Ini kan tidak benar. Masak Polisi terkesan membiarkan ada pemuda atau anggota organisasi lain termasuk PNS ikut terlibat menganiaya massa pengunjuk rasa," ujar Yusuf.
Kepala Polres Mamasa, AKBP I Made Sunarta yang dimintai tanggapan soal rencana pengaduan itu, tak menjawab pertanyaan wartawan. "Justru massa Obed yang meresahkan warga dan selalu mempersalahkan orang lain. Silahkan nilai sendiri korban aparat dengan massa anarkis mana yang Anda nilai benar," jawab Kapolres dalam pesan singkat telepon selularnya.(*/tribun-timur.com)