Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mantan Juara Catur Dunia Ikut Protes Putin

"Ini bukan pemilihan. Ini merupakan operasi khusus seorang penjahat yang ingin kembali ke Kremlin," kata Kasparov di hadapan pengunjuk rasa.

Tayang:
Editor: Ridwan Putra
TRIBUN-TIMUR.COM, MOSKWA - Ribuan orang mengikuti demonstrasi di Moskow pusat hari Sabtu (10/3/ 2012) guna menentang pemilihan kembali Vladimir Putin sebagai presiden Rusia.

Pihak berwenang mengerahkan polisi dalam jumlah besar di Moskow pusat dan menyiagakan sejumlah kendaraan militer di kawasan sekitar.

Pemerintah kota menurut BBC memberikan izin demonstrasi ini dengan syarat pesertanya tidak melebihi 50.000 orang. Namun jumlah peserta tampak jauh lebih rendah dari kuota yang ditetapkan.

Kubu oposisi mengatakan sebanyak 25.000 orang mengikuti aksi hari ini untuk menentang kemenangan Vladimir Putin dalam pemilihan presiden yang diadakan akhir pekan lalu, tetapi sejumlah laporan menyebutkan jumlah peserta tidak sebanyak pengakuan oposisi.

Di tengah suhu dingin, mereka mengusung spanduk dan mengenakan pita putih sebagai simbol gerakan unjuk rasa.

Salah seorang panitia unjuk rasa, Vladimir Ryzhkov, mengatakan kepada massa, "Pemerintah ini tidak sah. Orang-orang yang sama memegang kekuasaan, orang-orang yang sama mencuri hak kita untuk memilih, orang-orang yang sama merusak kebebasan berbicara dan persaingan politik."

Oleh karena itu, lanjut Ryzhkov, rakyat akan terus menuntut reformasi dan pemilihan baru.

Adapun pemimpin gerakan protes lainnya Sergei Udaltsov menyerukan kepada rakyat Rusia untuk menghadiri pawai satu juta orang di Moskow pada bulan Mei, satu minggu sebelum pelantikan Vladimir Purin sebagai presiden.

Di antara tokoh terkenal Rusia yang hadir terdapat mantan juara catur dunia, Garry Kasparov.

"Ini bukan pemilihan. Ini merupakan operasi khusus seorang penjahat yang ingin kembali ke Kremlin," kata Kasparov di hadapan pengunjuk rasa.

Para pejabat Komisi Pemilihan Umum Rusia mengatakan kemenangan Putin adalah kemenangan yang jelas, tetapi pengunjuk rasa tidak menerima hasil pemilihan dengan alasan pemilihan diwarnai banyak kecurangan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved