Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Sudiang Terganggu Deru Pesawat

Warga Sudiang Terganggu Deru Pesawat

Tayang:
Penulis: Mutmainnah | Editor: Muh. Irham
MAROS, TRIBUN-TIMRU.COM - Puluhan warga yang bermukim di Kelurahan Sudiang Raya Kecamatan Biringkanaya, Makassar, mendatangi Kantor PT Angkasa Pura I, Maros, Rabu (7/3/2012). Mereka mengeluhkan kebisingan pesawat serta dampak angin pesawat (Jet Blast) yang mendarat diatas pemukiman warga.

Pertemuan tersebut dikemas dalam bentuk diskusi yang menghadirkan General Manager PT Angkasa Pura I, Rachman Syafrie, Administratur Bandara Internasional Sultan Hasanuddin M Sidabutar, Kepala Kelurahan Sudiang Raya dan beberapa warganya.

Kebisingan pesawat yang lepas landas dan mendarat di landasan pacu (runway) III dirasakan cukup mengganggu warga. Mereka mengaku atap rumah seringkali terbang akibat Jet Blast. Serta lokasi pemukiman warga yang memang tidak jauh dari area landasan bandara. Warga pun menuntut pengelola dan otoritas bandara segera mengatasi masalah pelik ini. Serta membentuk tim ahli dari pakar transportasi serta ahli kesehatan.

Salah seorang warga, Amirullah, mengatakan jika pesawat melewati pemukiman warga kebisingan sangat dirasa. "Akhir bulan Januari lalu dua rumah warga sudah diterbangkan pesawat. Menurut saya ini adalah hal serius yang dengan cepat meski disikapi," jelasnya usai pertemuan.

M Sidabutar mengatakan pihaknya telah meninjau lokasi kebisingan. Mau tidak mau memang bising sebab 15 km dari landasan dan 4,5 km dari sisi bandara. Ia pun berjanji akan mendatangi Dinas Kesehatan Makassar Provinsi untuk melakukan pemeriksaan. Serta pembangunan posko kesehatan. Namun ia mengaku hal itu sudah diperhitungkan sebelumnya, serta lokasi pemukiman warga berada di wilayah Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) level dua yang dinilai masih dalam level aman.

'Yang jelas kami sangat menghargai kedatangan warga, apalagi datangnya secara sopan begini. Kami akomodir dulu dan aspirasinya diterima," jelasnya. Ia menambahkan upaya untuk mengatasi kebisingan itu dapat diakali dengan menanam pohon.

Perwakilan Kementerian Kesehatan Unit Pelaksana Teknik Kesehatan Kepelabuhanan, Andi Lukman, mengatakan untuk masalah kesehatan tahun ini ada program kesehatan yang peruntukkan bagi desa. Namun lahi lagi anggarannya terbatas, sehingga tidak bisa menjangkau semua masyarakat. "Untuk kesehatan kami akan menjangkau dan memantau kesehatan masyarakat di sekitar bandara", kata Lukman.(*/tribun-timur.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved