- Jalan Poros Mamasa Tertimbun Longsor
- Longsor Timbun 3 Rumah Warga di Mamasa
- Lagi, Longsor Di Latuppa
- Longsor Isolasi Ribuan Warga Palopo
- Pascalongsor, Poros Toraja-Palopo Kembali Dilintasi
- Hujan Deras, Battang Kembali Longsor
- Longsor Isolir Ribuan Warga Desa Pattukku
- Gawat, Ada Longsor di Gowa
- Macet Sampai 5 Km di Jalur Trans Sulawesi
- Jumlah Korban Tertimbun Masih Simpang-siur
Hingga kini pemerintah setempat belum menurunkan peralatan berat untuk mengevakuasi timbunan longsor yang menutupi permukaan jalan. Ribuan kubik material longsoran lumpur bercampur bebatuan dan pohon yang tumbang ini terjadi di Dusun Arra, Desa Kelapa Dua, Kecamatan Andreapi, Polewali Mandar, sekitar tiga kilometer dari kantor camat setempat. .
Timbunan longsor yang terdiri dari lumpur bercampur batu dan batang kayu itu menutup hampir seluruh permukaan jalan ini sehingga menghambat arus lalu lintas kendaraan di jalur ini. Jika hujan terus berlangsung diperkirakan material longsoran masih akan terus bertambah hingga terancam menutup seluruh permukaan jalan.
Meskipun jalan masih bisa dilalui kendaraan bermotor, sebagian besar pengguna jalan mengaku merasa khawatir melintasinya. Mereka cemas karena keadaan seperti itu bisa membahayakan jiwa mereka.
Kabag Humas Pemda Polewali Mandar Sulawesi Barat, Muhammad Daniel menyatakan, longsor yang terjadi tadi malam adalah yang kedua kalinya dalam tiga hari terakhir. Longsoran kali ini terjadi tak jauh dari lokasi longsor sebelumnya, Jumat malam pekan lalu
Minimnya alat berat yang disiagakan pemerintah kedua kabupaten di sepanjang jalur ini membuat proses evakuasi berjalan lambat. Padahal di saat musim hujan seperti saat ini, longsor sering terjadi.
Warga yang tertahan longsor kerap harus menunggu berjam-jam bahkan harus bermalam di tengah jalan lantaran perjalan mereka terhambat longsor. Alex, sopir angkutan umum yang setiap hari melintas di jalur ini mengaku harus berhati-hati terutama saat hujan tengah berlangsung. Pasalnya ruas jalan sepanjang 100 kilometer yang menghubungkan Polewali-Mamasa berpotensi longsor.(*)
